Pemprov DKI Jakarta dan PT Pertamina (Persero) menjalin kerjasama salah satunya pembangunan rumah susun (rusun). Lahan yang dipakai berasal dari tanah Pertamina yang tak produktif atau menganggur.
"Kita akan kerjasama dengan Pertamina untuk bereskan ase-aset dan tanah Pertamina. Supaya nanti kalau kita membangun rusun, kita nggak mau lagi misalnya IMB-nya nggak ada, listrik nggak ada, kebakaran mulu. Ada korban juga kita nggak bisa bantu karena jalanannya sempit," kata Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) di Kantor Pusat Pertamina, Jakarta, Selasa (14/7/2015).
Ahok menambahkan, rusun yang dibangun tersebut nantinya juga akan dilengkapi dengan infrastruktur jaringan pipa gas bumi. Sehingga ke depannya, setiap rusun di Jakarta semuanya memasak menggunakan gas bumi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ditempat yang sama, Direktur Utama Pertamina Dwi Soetjipto mengatakan, saat ini Pertamina sedang mencarikan lokasi-lokasi aset Pertamina yang tidak produktif di Jakarta. Aset berupa tanah tersebut akan dibangun rusun dan selesai dalam 2-3 tahun ke depan.
"Jadi 2-3 tahun lah (selesai rusun dibangun). Saya kira sekarang dalam langkah-langkah pencarian lokasinya di mana, kemudian kita lanjutkan desainnya. Dan itu butuh kurang lebih 2-3 tahun. Pas juga dengan proyek MRT (Mass Rapit Transit) selesai," tutup Dwi.
(rrd/dnl)











































