Pertama di RI, Truk Tambang di Kaltim Bakal Pakai Bahan Bakar LNG

Pertama di RI, Truk Tambang di Kaltim Bakal Pakai Bahan Bakar LNG

Zulfi Suhendra - detikFinance
Selasa, 14 Jul 2015 17:21 WIB
Pertama di RI, Truk Tambang di Kaltim Bakal Pakai Bahan Bakar LNG
Ilustrasi
Jakarta - PT Pertamina (Persero) menandatangani perjanjian kerjasama dengan KKKS Mahakam, yaitu Total Indonesie dan Inpex. Keduanya menandatangani perjanjian jual beli LNG (Liquefied Natural Gas/ gas alam cair) untuk memenuhi kebutuhan bahan bakar kendaraan industri pertambangan dan komersial di Kalimantan Timur (Kaltim).

Volume yang disepakati dalam perjanjian jual beli tersebut adalah 660 ton dengan periode pasokan hingga akhir 2015. Perjanjian kerjasama tersebut ditandatangani oleh kedua belah pihak dengan Pertamina, dan disaksikan oleh Direktur Jenderal Minyak dan Gas Kementerian ESDM, IGN Wiratmaja Puja.

Salah satu komitmen dalam kerjasama yang dijalankan ini nantinya adalah konversi dari BBM ke BBG. Di mana nantinya kendaraan-kendaraan tambang bakal menggunakan LNG di Kalimantan Timur.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Proyek yang diresmikan hari ini memegang peran yang penting untuk kita semua. Karena kini kita tergantung BBM sebagai energi primer. (gas) ini adalah milestone yang dibangun Pertamina untuk memanfaatkan gas. Ketahanan energi nasional kita akan lebih baik ke depan," tutur Wirat usai menyaksikan kerjasama tersebut di Depot LPG Pertamina, Tanjung Priok, Jakarta,β€Ž Selasa (14/7/2015).

Wirat mengatakan, adanya kerjasama ini diharapkan, pertambangan-pertambangan di wilayah lain pun bisa mengikuti langkah ini. Yakni menggunakan bahan bakar gas dalam operasionalnya.

"Iβ€Žni butuh modal, usaha. Kami mewakili pemerintah mengucapkan terimakasih. Dengan digunakannya LNG untuk mining, di samping harganya lebih murah dari diesel, adalah produk dalam negeri tak perlu impor. Mining di Indonesia akan banyak pakai LNG, dengan sendirinya udara akan lebih bersih," tutur Wiratmaja.

"Ini merupakan pertama di Indonesia, truk tambang pakai bahan bakar LNG," tambah Vice president Corporate Communication Pertamina, Wianda Pusponegoro.

Perusahaan tambang yang truknya menggunakan LNG nantinya ada dari empat perusahaan, yaitu PT Cipta Krida Tama, PT Rukun Raharja, Berau Coal/BSB, dan PT Kaltim Prima Coal/Thiess. Sebelumnya, dalam masapilot project PT Pertagas Niaga anak usaha Pertamina telah berhasil mengirimkan LNG ke lokasi tambang Berau, Indominco, dan konsumen komersial Balcony Mall, Balikpapan dengan aman.

Sebagaimana diketahui, Pertamina dan afiliasinya memiliki pilot project dengan Berau Coal dan Indominco di tahun 2014. Pengiriman LNG untuk konsumen akan dilakukan dengan menggunakan LNG Iso Tank dengan kapasitas 20 m3 dan diangkut menggunakan truk.

Pertamina dan perusahaan afiliasi telah membangun filling station (Plant 26) di Kilang LNG Bontang yang berkapasitas 200 mmscfd. Saat ini, Pertamina menyiapkan infrastruktur tambahan untuk dapat menangkap pasar lebih luas dengan total potensi permintaan pada 2025 mencapai sekitar 215 mmscfd.

Pertamina telah menyiapkan investasi senilai US$ 156,4 juta untuk beberapa proyek infrastruktur tambahan yang akan tuntas secara bertahap hingga tuntas secara keseluruhan pada 2019. Proyek-proyek tersebut meliputi ekspansi frekuensi LNG filling station di plant 26, loading dan cargo dock di lokasi kilang LNG Badak serta terminal penerima LNG yang masing-masing terdiri dari jetty danstorage di mining site Kaltim Prima Coal, Berau Cluster, dan Kalsel Cluster.

(zul/rrd)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads