Truk Tambang Pakai LNG Rp 6.800/Liter, Solar Rp 8.500/Liter

Truk Tambang Pakai LNG Rp 6.800/Liter, Solar Rp 8.500/Liter

Zulfi Suhendra - detikFinance
Selasa, 14 Jul 2015 19:39 WIB
Truk Tambang Pakai LNG Rp 6.800/Liter, Solar Rp 8.500/Liter
Jakarta - PT Pertamina (Persero) akan memasok kebutuhan gas alam cair atau Liquefied Natural Gas (LNG) untuk truk-truk perusahaan tambang di Kalimantan Timur. Penggunaan LNG ini merupakan yang pertama kali di Indonesia.

"Betul itu yang pertama. Sebenarnya sudah kita lakukan sejak tahun lalu. Ini yang pertama di Indonesia," kata Vice President Corporate Communication Pertamina, Wianda Pusponegoro, di acara Peresmian Proyek Infrastruktur Pertamina di Depot LPG Pertamina, Tanjung Priok, Jakarta, Selasa (14/7/2015).

Wianda mengatakan, jika dihitung secara penghematan, kendaraan-kendaraan tambang di Kalimantan Timur tersebut bisa lebih berhemat karena pada dasarnya harga dari LNG lebih murah ketimbang bahan bakar solar untuk truk.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Per liter dengan rupiah, LNG sekitar Rp 6.800/setara liter, kalau solar di atas Rp 8.500 per liter," tuturnya. Perusahaan tambang merupakan sektor yang dilarang menggunakan solar subsidi. Harga solar tak subsidi saat ini sekitar Rp 8.500/liter.

Di China, lanjut Wianda, bahan bakar LNG pun digunakan untuk kendaraan-kendaraan bus yang menempuh jarak jauh.

"Bagus untuk bus-bus jarak jauh, seperti di China," tutupnya.

Seperti diketahui, PT Pertamina (Persero) menandatangani perjanjian kerjasama dengan KKKS Mahakam, yaitu Total Indonesie dan Inpex. Keduanya menandatangani perjanjian jual beli LNG untuk memenuhi kebutuhan bahan bakar kendaraan industri pertambangan dan komersial di Kalimantan.

Volume yang disepakati dalam perjanjian jual beli tersebut adalah 660 ton dengan periode pasokan hingga akhir 2015. Perjanjian kerjasama tersebut ditandatangani oleh kedua belah pihak dengan Pertamina, dan disaksikan oleh Direktur Jenderal Minyak dan Gas Kementerian ESDM, IGN Wiratmaja Puja.

Salah satu komitmen dalam kerjasama yang dijalankan ini nantinya adalah konversi dari BBM ke BBG. Di mana nantinya kendaraan-kendaraan tambang di Kalimantan Timur bakal menggunakan LNG.

Perusahaan tambang yang truknya menggunakan LNG nantinya ada dari empat perusahaan, yaitu PT Cipta Krida Tama, PT Rukun Raharja, Berau Coal/BSB, dan PT Kaltim Prima Coal/Thiess. Sebelumnya, dalam masapilot project PT Pertagas Niaga anak usaha Pertamina telah berhasil mengirimkan LNG ke lokasi tambang Berau, Indominco, dan konsumen komersial Balcony Mall, Balikpapan dengan aman.

(zul/rrd)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads