Kota-kota Besar Ini Bakal Tak Lagi Pakai Elpiji

Kota-kota Besar Ini Bakal Tak Lagi Pakai Elpiji

Rista Rama Dhany - detikFinance
Rabu, 15 Jul 2015 12:55 WIB
Kota-kota Besar Ini Bakal Tak Lagi Pakai Elpiji
Jakarta - Pemerintah memiliki program konversi minyak tanah ke elpiji, saat ini hampir seluruh daerah kecuali di Indonesia Timur sudah dipasok elpiji 3 kg.

Namun Kementerian ESDM tidak mau rakyat terbuai terus menggunakan elpiji 'tabung melon' ukuran 3 Kg. Rencananya akan ada program konversi dari elpiji ke gas alam khusus di kota besar seperti Jakarta dan Surabaya.

Apalagi saat ini hampir 60% kebutuhan elpiji dalam negeri dipasok dari impor. Untuk itu, khusus untuk kota-kota besar di Indonesia difokuskan untuk dialihkan tidak lagi menggunakan elpiji tapi menggunakan gas bumi yang terkoneksi dalam jaringan gas ke rumah tangga atau gas kota.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kita punya program konversi minyak tanah ke elpiji, sekarang hampir seluruh wilayah sudah tersalurkan. Tapi tidak berhenti sampai di situ, program ini berlanjut bagaimana mengkonversi elpiji ke gas bumi," kata Menteri ESDM Sudirman Said ditemui di Kantornya, Jalan Medan Merdeka Selatan, Rabu (15/7/2015).

Sudirman mengatakan, untuk dapat merealisasikan program tersebut, tentunya dibutuhkan infrastruktur jaringan pipa gas kota yang sangat banyak termasuk kemudahan akses pasokan gas bumi.

"Maka yang cocok adalah kota-kota besar, seperti Jakarta, Surabaya. Kemarin kita sudah rancang juga di Surabaya akan menjadi kota Jaringan Gas, Surabaya menjadi kota percontohan. Kalau berjalan, dana untuk program ini akan kita tambah berlipat-lipat," ungkapnya.

Ia menambahkan, dengan masyarakat menggunakan gas bumi melalui jaringan pipa gas kota, masyarakat tidak perlu lagi harus menggotong-gotong tabung elpiji, pakai gas bumi harganya lebih murah, tak perlu takut kehabisan gas ketika memasak, dan gas mengalir selama 24 jam.

"Jadi nggak perlu lagi pakai tabung botol, harus gotong-gotong. Di Surabaya waktu kita cek, masyarakat yang pakai gas bumi bisa hemat 50% loh, besar sekali penghematannya," tutup Sudirman.

(rrd/hen)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads