Kesepakatan Bersejarah Iran Bikin Minyak Jatuh, India Senang

Kesepakatan Bersejarah Iran Bikin Minyak Jatuh, India Senang

Wahyu Daniel - detikFinance
Jumat, 17 Jul 2015 10:40 WIB
Kesepakatan Bersejarah Iran Bikin Minyak Jatuh, India Senang
Foto: Kesepakatan Iran dan 6 Negara Super Power (Reuters)
Jakarta -

Iran dan 6 negara super power di dunia yang dipimpin Amerika Serikat (AS), menghasilkan kesepakatan terkait program nuklir di Iran. Kesepakatan ini bersejarah, karena negosiasi berlangsung alot lebih dari 10 tahun.

Lewat kesepakatan ini, Iran akan bisa kembali menjual minyaknya di pasar internasional, setelah selama ini diembargo. Pasokan minyak bakal bertambah, dan harga diprediksi bakal turun.

India menjadi negara yang diuntungkan dari kesepakatan Iran ini. Alasannya, penurunan harga minyak bakal membuat anggaran impor minyak India turun.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Kementerian keuangan India mengatakan, setiap penurunan harga minyak sebesar US$ 1/barel, India bakal menghemat US$ 1 miliar atau sekitar Rp 13 triliun dari kebutuhan impor.

Selain itu, kilang-kilang minyak yang ada di India memang didesain untuk mengolah jenis minyak yang diproduksi oleh Iran. Kesepakatan Iran dan 6 negara super power ini langsung membuat saham Indian Oil Corporation Limited naik 5% sejak Selasa lalu.

Meski begitu, India juga bakal menemui hadangan dari kesepakatan Iran ini. Selama ini, India menolak ikut serta dengan AS dan Eropa dalam menerapkan sanksi ekonomi ke Iran. India selama ini banyak mengekspor barang-barangnya ke Iran, dan Iran menjadi partner dagang ketiga terbesar India. Nilai ekspor India ke Iran naik 2 kali lipat menjadi US$ 3,3 miliar per tahun, antara 2009-2013.

Kesepakatan AS dan Eropa ke Iran bakal membuat banyak negara kembali berpartner dagang dengan Iran. India bakal menghadapi kompetisi.

"Sanksi yang dulu membuat kami memiliki akses pasar ke Iran. Namun sekarang, kami harus tetap bersaing dengan kualitas dan daya saing yang kuat. Kami perlu kembali meninjau strategi bisnis untuk membangun kesuksesan yang kami raih selama periode sanksi berlangsung," ujar Kepala Federasi Ekspor India, S.C. Ralhan, dilansir dari CNN, Jumat (17/7/2015).

Seorang pengusaha dan eksportid di New Delhi, Pankaj Bansal mengatakan, kesepakatan Iran ini membuat kompetisi bisnis makin ketat, dan muncul tantangan baru.

"Saya khawatir, tapi di saat yang sama, kami bersemangat untuk berkompetisi," kata Bansal.

(dnl/dnl)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads