Direktur Pemasaran PT Pertamina (Persero) Ahmad Bambang mengatakan, Pertamina memiliki strategi dalam pengamanan pasokan BBM dan elpiji, yakni Regular, Alternatif, dan Emergency (RAE). Tenggarong dinyatakan dalam keadaan emergency. Artinya, bagaimana pun caranya pasokan BBM dan elpiji harus sampai ke daerah tersebut, walau bencana alam sekalipun, seperti jalan longsor.
"Seperti di Tenggarong yang dulu jembatannya ambruk sampai sekarang belum terhubung. Ada jalan alternatif, tapi sejak 15 Juli lalu longsor dan terputus. Kami lagi babat lahan perkebunan biar bisa tembus ke Tenggarong, tapi ternyata truk tangki tidak bisa dilalui dan berbahaya," ungkap Bambang kepada detikFinance, Sabtu (18/7/2015).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Itu sebagian kecil gambaran betapa tak mudahnya bagi kami untuk bisa mendistribusikan BBM ke seluruh Indonesia, perlu kerja keras dan perjuangan. Kalau kami tak mau berjuang, kasihan masyarakat di sana, mau silaturahmi tapi kendaraanya nggak bisa jalan karena BBM-nya tidak ada," tutup Bambang.
(rrd/dnl)











































