"Kemungkinan ada oknum," kata Direktur Operasi Jawa Bali PLN, Supangkat Iwan Santoso, kepada detikFinance, Kamis (23/7/2015).
Iwan menyebut, PLN memang menerima setiap jenis permohonan pemasangan meteran baru. Saat proses pengecekan dan pemasangan ternyata pelanggan dinilai sebagai orang mampu, namun ada ulah oknum PLN yang tetap memasang meteran. Padahal, rumah pelanggan masuk katagori mewah ataupun rumah pelanggan telah terpasang meteran untuk listrik yang disubsidi atau di bawah daya 1.300 VA.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
PLN mencatat, setidaknya total pelanggan PLN untuk kelas meteran 450 VA sampai 900 VA yang masuk katagori listrik subsidi mencapai 46 juta rumah tangga. Padahal data keluarga miskin versi pemerintah sekitar 15-16 juta jiwa. Artinya sebagian besar pelanggannya golongan tersebut, tidak harusnya menikmati tarif listrik subsidi.
Untuk solusi jangka pendek, pelanggan baru yang mengusulkan pemasangan 450 VA dan 900 VA akan diperiksa secara ketat. Data pemohon akan disesuaikan data warga miskin versi pemerintah. PLN juga akan melalukan pengecekan ke lapangan.
"Dalam waktu dekat, kalau ada yang mengajukan pasang meter 450-900 VA langsung dicek, apakah dia miskin. Agar pelanggan orang kaya yang pakai di bawah 1.300 VA nggak menambah (daya). Kemudian kedua diimbau kalau konsumen nggak tergolong miskin maka dinaikkan ke 1.300-2.200 VA," paparnya.
(rrd/dnl)











































