Kerugian tersebut terjadi karena, ketika harga minyak dunia naik dan kurs rupiah melemah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) sejak Maret lalu, Pemerintah menahan untuk menaikkan harga BBM. Seperti harga solar saat itu harusnya Rp 9.200/liter namun harga solar yang ditetapkan pemerintah tetap Rp 6.900/liter.
"Nanti kita share ya (angka kerugian penjualan BBM), jumlahnya memang cukup besar di ratusan juta dolar," kata Direktur Keuangan Pertamina, Arif Budiman dalam pesan singkatnya, Kamis (23/7/2015).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Secara keseluruhan penjualan BBM masih minus," ucap Sudirman beberapa waktu lalu.
Ia juga menegaskan, walau harga minyak mentah dunia saat ini sedang turun, tapi pemerintah tidak akan buru-buru untuk melakukan penyesuaian harga BBM di SPBU.
"Kemarin kan waktu harga masih tinggi Pertamina rugi, nah ini mau kalau harga minyak dunia turun, kita akan gunakan kompensasi, lagi dihitung berapanya. Jadi nggak akan turun buru-buru lah harga BBM," paparnya.
Seperti diketahui, harga minyak mentah AS turun di bawah US$ 50/barel pada perdagangan Rabu. Setelah pemerintah AS menunjukkan data peningkatan stok minyak negara tersebut. Pelemahan minyak juga didorong oleh faktor menguatnya dolar, serta melemahnya pasar saham global.
Stok minyak AS naik 2,5 juta barel. Padahal sebelumnya, Energy Information Administration (EIA) memperkirakan stok minyak AS akan menurun 2,3 juta barel.
Menurut data EIA, impor minyak AS dari Arab Saudi naik menjadi 1,44 juta barel per hari, dari pekan sebelumnya 1,32 juta barel per hari.
Harga minyak AS turun US$ 1,67 (3,28%) ke US$ 49,19 per barel, pertama kali di bawah US$ 50 sejak April. Sementara harga kontraknya untuk pengiriman September menyentuh US$ 49,04 per barel.
Sementara harga kontrak minyak jenis Brent untuk pengiriman September, turun 91 sen menjadi US$ 56,13 per barel.
Seperti diketahui juga, harga Premium untuk wilayah di luar Jawa, Bali, dan Madura ditetapkan pemerintah Rp 7.300/liter, sementara harga premium di Jawa, Bali, dan Madura ditetapkan Pertamina Rp 7.400/liter.
(rrd/dnl)











































