Besok PT Pertamina (Persero) mulai menjual bensin terbarunya yakni Pertalite RON 90. Untuk awal bensin ini hanya ada di 103 SPBU di Jakarta, Bandung, dan Surabaya. Untuk menyediakan Pertalite, Pertamina harus merogoh kocek hingga Rp 250 juta/SPBU.
"Investasi untuk menyediakan SPBU tidak mahal, paling mahal hanya Rp 250 juta per SPBU," kata Direktur Pamasaran Pertamina, Ahmad Bambang kepada detikFinance, Kamis (23/7/2015).
Bambang mengatakan, untuk penambahan Pertalite di SPBU, Pertamina hanya menambah tangki BBM khusus Pertalite sampai menambah dispenser BBM di SPBU.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Misalnya, ada 4 dispenser di SPBU hanya melayani solar, tapi penjualan sehari hanya 2-3 kilo liter (KL) per hari. Kan tidak efisien, sehingga 2 dispenser diganti Pertalite. Perlu ditegaskan, biaya-biaya di SPBU menjadi investasi pengusaha SPBU, bukan Pertamina. Lain kalau SPBU Coco (milik Pertamina) atau Codo (pemilikan bersama swasta dan Pertamina), menjadi beban PT Pertamina Ritel," tambah Bambang.
Ia menambahkan, bila saat ini masyarakat ingin berinvestasi membangun SPBU Pertamina, biaya yang dibutuhkan sekitar Rp 5-10 miliar.
"Tapi itu di luar tanah. Rp 5-10 miliar itu sudah bagus sekali, tapi tergantung lagi size-nya, berapa banyak dispenser dan convenient store-nya," tutup Bambang. (rrd/dnl)











































