Menko Perekonomian Sofyan Djalil menuturkan, peluncuran produk ini merupakan langkah awal peralihan konsumsi masyarakat. Premium pun nantinya secara perlahan akan dihapus.
"Ya berangsur-angsur RON 88 akan dihapus, karena itu tidak bagus bagi lingkungan, bagi mobil. Kalau bisa standarnya makin hari makin ditingkatkan," ujarnya di kantor Wapres, Jakarta, (24/7/2015).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Sekarang jadinya kan memberikan banyak opsi kepada konsumen dan masyarakat, sekarang bisa milih mau beli yang RON 92, 95, 90 atau 88. Dan saya pikir masyarakat cukup cerdas, kalau ingin mobilnya lebih tahan, lebih awet, tidak banyak merusak lingkungan belilah yang oktannya lebih tinggi," terang Sofyan
Mantan Menteri BUMN itu juga menapik bahwa dimungkinkannya Pertalite menarik konsumen dari Pertamax.
"Saya pikir nggak. Pertamina sudah menghitung itu. Kemudian karena orang mampu, punya mobil motor baru. Kemarin juga waktu lebaran permintaan Pertamax itu sangat meningkat. Karena orang menyadari, seperti di rumah satpam, kalau pakai Pertamax lebih ringan motornya, lebih hemat," pungkasnya.
(hen/hen)











































