"Tadi Pertalite diluncurkan, mudah-mudahan sambutan masyarakat baik. Itu varian BBM baru bagi masyarakat," kata Menteri ESDM Sudirman Said, ditemui di Kantornya, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jumat (24/7/2015).
Sudirman mengatakan, hadirnya Pertalite juga sejalan dengan rekomentasi dari Tim Reformasi Tata Kelola Minyak dan Gas Bumi, di mana tim yang dulu dipimpin Faisal Basri merekomendasikan agar masyarakat mengkonsumsi BBM yang lebih bersih dan oktannya lebih tinggi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Namun, Sudirman menegaskan, begitu peremajaan kilang Pertamina selesai, maka BBM yang tersedia di Indonesia hanya akan tersedia RON 95.
"Sambil menunggu ke RON 92, kalau kilang selesai dan Pertamina punya blending facility yang lebih baik, kita akan ke sana," ungkapnya.
Hal yang sama juga diungkapkan Menko Perekonomian Sofyan Djalil. Secara berkelanjutan, bensin jenis Pertalite juga akan dihapus dan diharapkan oktan paling rendah yang disediakan di Indonesia adalah RON 92 atau setara Pertamax. Seperti yang juga tersedia di banyak negara.
"Paling sedikit mungkin RON 92 nanti," tegasnya.
(rrd/dnl)











































