Posisi nilai tukar rupiah terhadap dolar yang masih melemah, membuat perbedaan harga keekonomian menjadi tidak terlalu signifikan. Hari ini dolar Amerika Serikat (AS) nyaris menembus Rp 13.500.
"Sekarang tidak akan buru-buru harga BBM diturunkan, karena sekarang tidak terlalu besar bedanya pada waktu harga keekonomian lebih tinggi daripada harga jual waktu itu," terang Sudirman di Komplek Istana Negara, Jakarta, Senin (27/7/2015).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Sekian bulan yang lalu, Pertamina kan mengalami kerugian. Kerugian itu mesti dikompensasi. Ini adalah bagian dari supaya ada kestabilan harga," jelas Sudirman.
(mkl/dnl)











































