'Proyek Listrik 35.000 MW Jokowi Jadi Perbincangan di AS Hingga OPEC'

'Proyek Listrik 35.000 MW Jokowi Jadi Perbincangan di AS Hingga OPEC'

Maikel Jefriando - detikFinance
Selasa, 28 Jul 2015 15:30 WIB
Proyek Listrik 35.000 MW Jokowi Jadi Perbincangan di AS Hingga OPEC
Jakarta -

Beberapa waktu lalu, Menteri ESDM Sudirman Said melakukan kunjungan kerja ke luar negeri di antaranya ke pertemuan OPEC di Wina, Austria dan bertemu pelaku usaha di Amerika Serikat (AS). Dalam pertemuan di dua negara tersebut, banyak membicarakan program listrik 35.000 megawatt (MW) yang dicangkan Presiden Joko Widodo (Jokowi).

β€Ž"Dari semua pertemuan itu, di Amerika dan di OPEC, semua bicara tentang listrik 35 ribu mega watt," kata Sudirman ketika menghadiri acara Halal bi Halal dengan pelaku listrik nasional, di Gedung Ditjen Kelistrikan, Kuningan, Jakarta, Selasa (28/7/2015).

Secara umum, semua pihak menyambut positif program listrik tersebut. Meski tidak sedikit juga yang mengungkapkan keraguan dari realisasi proyek tersebut.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Ada yang mengungkapkan keraguan, kita nggak bisa menyelesaikan itu. Tapi dari pertemuan ke pertemuanβ€Ž secara bilateral, diskusi, pembicaraan head to head, kita bisa memberikan keyakinan," terangnya.

Dari berbagai macam pertemuan itu juga, Sudirman menangkap sinyal bahwa Indonesia diharapkan menjadi negara besar dan kuat. Indonesia bisa menjadi jembatan bagi negara-negara berkembang dan negara maju.

"Diharapkan kita jadi jembatan negara maju dan berkembang. Dan menurut saya itu bukan hal diplomatik. Tapi adalah sebuah ekspektasi besar," katanya.

Persoalan listrik, kata Sudirman, bukan hanya masalah yang dialami Indonesia. Akan tetapi masalah banyak negara. Karena listrik adalah persoalan hulu. Menggerakkan pembangunan, berarti harus menyelesaikan masalah yang ada di bagian hulu.

"Mau bangun infrastruktur kesehatan, pendidikan, gedung, dan lainnya kalau listrik nggak hidup mau gimana," tegasnya.

Sehingga semua pihak harusnya ikut membantu terwujudnya proses pembangunan pembangkit listrik. Tidak hanyaβ€Ž dari PLN, perusahaan swasta, namun juga dari masyarakat secara umum.

"Ini bukan tantangan menteri saja. Mau tumbuh seperti apaβ€Ž, persoalan ini harus kita selesaikan secara bersama," pungkasnya.

(mkl/rrd)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads