Pertamina Rugi Rp 12 T, Pemerintah Akan Bentuk Dana Stabilitas BBM

Pertamina Rugi Rp 12 T, Pemerintah Akan Bentuk Dana Stabilitas BBM

Maikel Jefriando - detikFinance
Selasa, 28 Jul 2015 19:00 WIB
Pertamina Rugi Rp 12 T, Pemerintah Akan Bentuk Dana Stabilitas BBM
Jakarta - PT Pertamina (Persero) tercatat sudah mengalami kerugian Rp 12 triliun dari penjualan BBM premium dan solar, karena harga BBM yang ditetapkan pemerintah di bawah harga keekonomian. Agar harga BBM tidak naik turun terlalu sering dan Pertamina tak mengalami kerugian, pemerintah akan bentuk kebijakan dana stabilitas BBM.

"Saya sudah tekankan berkali-kali, akan dibentuk dana stabilitas BBM," ungkap Menteri ESDM Sudirman Said ketika ditanya kerugian Pertamina menjual BBM, di Kantor Ditjen Ketenagalistrikan, Kuningan, Jakarta, Selasa (28/7/2015).

Sudirman mengatakan, dengan kebijakan tersebut, maka diharapkan harga BBM di masyarakat akan stabil. Bila nantinya Pertamina mengalami kerugian, maka dana tersebut akan diberikan sebagai kompensasi, tapi bila ada keuntungan dananya disimpan dan kemudian akan digunakan bila Pertamina mengalami kerugian dikemudian hari.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Harga BBM yang mengelola naik-turunnya harga supaya masyarakat mendapatkan harga yang stabil gitu. Kemudian bagaimana lebih atau kurang itu yang akan dikelola melalui dana stabilitas BBM," ungkapnya.

"Ya karena itu, nanti ketika harga turun, kita tidak serta merta menurunkan harga. Supaya ada kelebihannya untuk merekomendasi kerugian itu," tambahnya.

Sudirman menambahkan, pemerintah menyadari, bila harga BBM terlalu sering naik dan turun dalam jangka waktu yang pendek akan menyulitkan masyarakat termasuk pemerintah sendiri. Namun bukan berarti dengan dana stabilitas BBM ini menandakan pemerintah kembali memberikan subsidi BBM.

"Kalau setiap kali harga naik-turun, naik-turun ya kasihan. Yang merencanakan ekonomi, yang membuat budget, Jadi saya tidak memberi signal. Kemungkinan harga akan kita tentukan tiap enam bulan sekali. Tapi keputusan mengenai final tidak hanya itu, akan saya lakukan November atau Desember ini," tutup Sudirman.

(rrd/hen)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads