Perusahaan minyak asal Amerika Serikat, Chevron akan mengurangi sekitar 1.500 pegawainya sebagai langkah efisiensi. Pengurangan pekerja ini akan membuat Chevron hemat US$ 1 miliar atau sekitar Rp 13 triliun.
"Mengingat kondisi pasar (minyak) saat ini, Chevron mengambil langkah untuk mengurangi biaya perusahaan di beberapa unit operasi dan kantor pusat," kata Chevron seperti dilansir CNBC, Rabu (29/7/2015).
"Pengurangan pegawai ini saat ini sedang berlangsung, tujuannya untuk peningkatan efisiensi, mengurangi biaya, dan memfokuskan pada pekerjaan yang secara langsung mendukung prioritas bisnis perusahaan," tambah Chevron.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Saat ini harga minyak memang terus turun. Di pertengaan 2014 lalu, harga minyak menyentuh di atas US$ 100/barel, sementara saat ini sudah hampir menyentuh US$ 50/barel. Kondisi ini membuat bisnis minyak tak lagi menarik. Sejumlah perusahaan migas harus melakukan berbagai efisiensi, termasuk mengurangi jumlah karyawan.
(rrd/hen)











































