Anggota Unit Pelaksaan Program Pembangunan Ketenagalistrikan Nasional (UP3KN), Agung Wicaksono mengatakan, belum semua masyarakat Indonesia menikmati listrik. Oleh karena itu, pembangunan program pembangkit listrik 35.000 MW ini dianggap sangat penting.
"Siapapun pemerintahnya, siapapun presidennya, progam ini perlu dijalankan," tutur Agung di acara the Role of Large High-Eficieny Combine Cycle Gas Turbine in Enabling The Success of Indonesia's 35 GW Program di Hotel Ritz Carlton, Kuningan, Jakarta, Kamis (30/7/2015).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Agung menambahkan, pemerintah optimistis bisa membangun program ini. Oleh sebab itu dia menilai, proyek ini bukanlah proyek yang ambisius.
"Ini bukan sebuah ambisi, tapi kebutuhan," tegasnya.
Dia juga menyebutkan, program kelistrikan ini bakal banyak menggunakan industri baru dan terbarukan atau renewable. Lebih lanjut Agung mengatakan, PT PLN mendapatkan porsi 5.000 MW dan Independent Power Producers (IPP) diberi kesempatan lebih besar yakni 30.000 MW.
"IPP sangat penting karena ini pada dasarnya adalah mengundang partisipasi bisnis dalam agenda pemerintah. Lalu yang terakhir, ini adalah bukan sebuah ambisi tapi kebutuhan," tegasnya.
(zul/rrd)











































