"Yang pakai listrik murah itu kita tertibkan lagi dalam 1-2 tahun ke depan," kata Direktur Utama PLN, Sofyan Basir, ditemui di Kantor Wakil Presiden, Jakarta, Kamis (30/7/2015).
Ia mengakui, masih banyak pelanggannya yang masih menggunakan listrik daya 450-900 volt ampere (VA) yang tarif listriknya disubsidi pemerintah, padahal rumahnya kategori mewah.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sofyan menghitung, bila dalam 1-2 tahun terakhir ini berhasil menyisir pelanggan yang tidak berhak menikmati listrik yang disubsidi, dan mengganti meteran listriknya dengan yang non subsidi, negara bisa hemat Rp 20 triliun.
"Itu bisa besar sekali angkanya Rp 20 triliun 2 tahun ke depan. Meterannya kita ganti semua, kasih tahu tuh, umumin ke orang berduit yang masih pakai subsidi listrik," tutup Sofyan.
(rrd/hen)











































