'Sikat' Orang Kaya Pakai Listrik Subsidi, Negara Bisa Hemat Rp 20 T

'Sikat' Orang Kaya Pakai Listrik Subsidi, Negara Bisa Hemat Rp 20 T

Muhammad Taufiqqurahman - detikFinance
Kamis, 30 Jul 2015 19:13 WIB
Sikat Orang Kaya Pakai Listrik Subsidi, Negara Bisa Hemat Rp 20 T
Jakarta - PT PLN (Persero) mengakui banyak pelanggannya yang kategori golongan mampu atau rumah mewah tapi listrik di rumahnya masih disubsidi. BUMN Listrik ini dalam 1-2 tahun ini akan menyisir para pelanggannya yang ketahuan masih pakai meteran listrik subsidi.

"Yang pakai listrik murah itu kita tertibkan lagi dalam 1-2 tahun ke depan," kata Direktur Utama PLN, Sofyan Basir, ditemui di Kantor Wakil Presiden, Jakarta, Kamis (30/7/2015).

Ia mengakui, masih banyak pelanggannya yang masih menggunakan listrik daya 450-900 volt ampere (VA) yang tarif listriknya disubsidi pemerintah, padahal rumahnya kategori mewah.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Rumah-rumah bagus, mewah, orang berada, masih pakai listrik rumah yang disubsidi. Ada kos-kosan murah pakai 900 VA, kontrakan 900 VA disubsidi semua, rumah tinggi 4 meter listriknya 900 VA, itu akan kita tertibkan habis-habisan," tegasnya.

Sofyan menghitung, bila dalam 1-2 tahun terakhir ini berhasil menyisir pelanggan yang tidak berhak menikmati listrik yang disubsidi, dan mengganti meteran listriknya dengan yang non subsidi, negara bisa hemat Rp 20 triliun.

"Itu bisa besar sekali angkanya Rp 20 triliun 2 tahun ke depan. Meterannya kita ganti semua, kasih tahu tuh, umumin ke orang berduit yang masih pakai subsidi listrik," tutup Sofyan.

(rrd/hen)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads