"Harga BBM tidak ada perubahan, harga kita mau melihat pola setahun lamanya. Pertamina selama ini defisit, karena menjual BBM di bawah harga keekonomian. Ini yang akan kita pelajari," ujar Menteri ESDM Sudirman Said di acara Halal bi Halal dengan awak media, di Hotel Dharmawangsa, Jakarta, Jumat (31/7/2015).
Sudirman mengatakan, tujuan pemerintah menahan harga BBM agar ada kestabilan perekonomian di masyarakat.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sudirman mengakui, kebijakan harga BBM salah satunya yang tidak bisa memuaskan semua rakyat Indonesia. Apapun langkah pemerintah terkait kebijakan harga BBM selalu mendapat kritik dari rakyatnya.
"Kita buat sering naik turun, kita dimaki-maki. Kita naikkan dimaki-maki, kita turunkan juga dimaki-maki. Diam saja pun dimaki-maki. Lalu apa sikap pemerintah? Sikap pemerintah adalah menerapkan kebijakan yang tepat," ungkapnya.
Pada November nanti, tepat setahun kebijakan penghapusan subsidi Premium dan subsidi tetap Rp 1.000 per liter pada solar. Pemerintah kemungkinan akan lebih memilih menetapkan perubahan harga BBM setiap 6 bulan sekali, tidak lagi 1 atau 3 bulan sekali.
"Kebijakan yang tepat itu adalah harga BBM akan ditinjau lebih lama. November akan kita putuskan. Kecendurangan akan 6 bulan sekali harga ditinjau," tutupnya.
(rrd/hen)











































