Menteri ESDM: Harga BBM Naik atau Turun Kami Tetap Dimaki-maki

Menteri ESDM: Harga BBM Naik atau Turun Kami Tetap Dimaki-maki

Dana Aditiasari - detikFinance
Jumat, 31 Jul 2015 16:35 WIB
Menteri ESDM: Harga BBM Naik atau Turun Kami Tetap Dimaki-maki
Jakarta - Pemerintah memutuskan tidak melakukan perubahan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) khususnya untuk jenis Premium dan Solar. Hal ini bertujuan agar perekonomian masyarakat tetap stabil.

"Harga BBM tidak ada perubahan, harga kita mau melihat pola setahun lamanya. Pertamina selama ini defisit, karena menjual BBM di bawah harga keekonomian. Ini yang akan kita pelajari," ujar Menteri ESDM Sudirman Said di acara Halal bi Halal dengan awak media, di Hotel Dharmawangsa, Jakarta, Jumat (31/7/2015).

Sudirman mengatakan, tujuan pemerintah menahan harga BBM agar ada kestabilan perekonomian di masyarakat.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kenapa kita tidak memutuskan naik atau turun? Karena kita ingin masyarakat mendapat kestabilan dulu. Memang yang namanya kebijakan itu tidak bisa memuaskan semua orang," katanya.

Sudirman mengakui, kebijakan harga BBM salah satunya yang tidak bisa memuaskan semua rakyat Indonesia. Apapun langkah pemerintah terkait kebijakan harga BBM selalu mendapat kritik dari rakyatnya.

"Kita buat sering naik turun, kita dimaki-maki. Kita naikkan dimaki-maki, kita turunkan juga dimaki-maki. Diam saja pun dimaki-maki. Lalu apa sikap pemerintah? Sikap pemerintah adalah menerapkan kebijakan yang tepat," ungkapnya.

Pada November nanti, tepat setahun kebijakan penghapusan subsidi Premium dan subsidi tetap Rp 1.000 per liter pada solar. Pemerintah kemungkinan akan lebih memilih menetapkan perubahan harga BBM setiap 6 bulan sekali, tidak lagi 1 atau 3 bulan sekali.

"Kebijakan yang tepat itu‎ adalah harga BBM akan ditinjau lebih lama. November akan kita putuskan. Kecendurangan akan 6 bulan sekali harga di‎tinjau," tutupnya.

(rrd/hen)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads