"Hari ini pengapalan pertama, akan dikirimkan ke Arun," kata Presiden Direktur Donggo Senoro LNG Gusrizal saat berbincang di kilang DSLNG, Banggai, Sulawesi Tengah, Minggu (2/8/2015)
Gas yang dikirimkan adalah sebanyak 125.000 meter kubik. Menggunakan kapal LNG Maleo yang punya panjang 272 meter dan lebar 47 meter, dengan bobot mati 66.892 dwt.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Volumenya 125.000 meter kubik," sebutnya.
Kilang LNG Donggi Senoro berkapasitas 2,1 million ton per annum (MTPA) dengan investasi senilai US$2,8 miliar. Investasi kilang tersebut telah mejadi kunci bagi upaya pengembangan dan monetisasi cadangan gas yang 30 tahun belum dikembangkan di Sulawesi Tengah.
"Investasi yang kita keluarkan adalah US$ 2,8 miliar hanya untuk kilang DSLNG," imbuhnya.
Kilang LNG Donggi Senoro yang dikelola oleh PT Donggi Senoro LNG tersebut merupakan kilang LNG yang dibangun dengan model hilir pertama di Indonesia, tidak membebani negara untuk investasinya dan memberikan multiplier efek yang tinggi bagi perekonomian nasional dan setempat.
Proyek ini merupakan proyek kilang LNG pertama di Indonesia yang melibatkan perusahaan-perusahaan Asia, yaitu PT Pertamina (Persero), PT Medco Energi Internasional Tbk, Mitsubishi Corporation, Korea Gas Corporation (KOGAS) tanpa melibatkan major oil and gas companies.
Rencananya pengiriman perdana ini akan diresmikan langsung oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi). Bersamaan dengan peresmian beberapa proyek Pertamina terintegrasi dari hulu hingga hilir.
Pertama, Join Operating Body (JOB) Pertamina Medco Tomori Sulawesi Tengah (PTMS) yang mengelola satu Central Procesing Plant (CPP) dengan. Kapasitas produksi total 310 MMSCFD.
Kedua, kilang LNG (Liquified Natural Gas) Donggi Senoro dengan kapasitas 2,1 MTPA yang akan menerima pasokan dari JOB PMTS 250 mmscfd dan dari Matindok pengembangan proyek 85 MMCFD. Dari kilang ini akan berlangsung pengapalan perdana ke terminal regasifikasi Arun.
Ketiga, adalah pabrik ammonia yang dikelola oleh PT Panca Amara Utama (PAU). Kapasitasnya mencapai 0,7 MTPA. Peletakan batu pertama atau groundbreaking akan langsung dilakukan oleh Presiden Jokowi.
Keempat, adalah lapangan GG berkapasitas produksi 31 MMCFD dan 150 barrel kondensat per hari dikelola oleh Pertamina Hulu Energi Offshore North Swest Java (PHE-ONWJ).
(mkl/hen)











































