"Produksi yang dihentikan diharapkan dimulai kembali hari ini, Minggu, 2 Agustus 2015. Aktivitas di EPC 5 diharapkan dimulai kembali secepatnya," kata Vice president public and government affairs ExxonMobil Indonesia Erwin Maryoto, dalam keterangan tertulisnya, Minggu (2/8/2015)
Erwin menjelaskan singkat soal peristiwa kemarin tersebut, awalnya pekerja subkontraktor yang dipekerjakan melalui Tripatra-Samsung, kontraktor EPC 1, sedang meninggalkan area kerja tersebut sekitar jam makan siang ketika terjadi kericuhan yang menyebabkan kerusakan pada bangunan dan kendaraan. Pekerjaan di area EPC 1 dan EPC 5 akhirnya dihentikan dan produksi dari lokasi sekitar insiden dihentikan sementara.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Tingkat kerusakan sedang dikaji. Kajian awal menunjukkan sedikit atau tidak ada dampak terhadap fasilitas Proyek Banyu Urip. Pekerjaan konstruksi EPC 1 dan kegiatan commissioning (uji coba) akan dilanjutkan kembali bila keadaan sudah aman untuk dilakukan," katanya.
Kemarin (1/8/2015) para pekerja di lokasi proyek Engineering Procumeent and Construtions, EPC-1, tepatnya di lokasi pengeboran minyak Banyu Urip, mengamuk.
Pekerja yang bekerja di perusahaan yang dikelola Mobil Cepu Limite dikabarkan melakukan pengrusakan beberapa ruang perkantoran dan mobil operasional.
Insiden pekerja mengamuk terjadi di area kerja EPC 1 proyek Banyu Urip, blok Cepu. Pekerja yang mengamuk adalah pekerja subkontraktor dari Tripatra-Samsung selaku kontraktor di proyek EPC 1.
Dampaknya sebagian produksi minyak di blok itu dihentikan, dan ada kehilangan produksi 50.000-55.000 barel hari ini.
(rrd/hen)











































