Proyek Gas di Sulteng yang Diresmikan Jokowi Senilai US$ 5,6 Miliar

Proyek Gas di Sulteng yang Diresmikan Jokowi Senilai US$ 5,6 Miliar

Maikel Jefriando - detikFinance
Minggu, 02 Agu 2015 15:55 WIB
Proyek Gas di Sulteng yang Diresmikan Jokowi Senilai US$ 5,6 Miliar
Banggai - Presiden Joko Widodo (Jokowi) hari ini meresmikan proyek terintegrasi sektor gas pertama dan terbesar di Indonesia. Proyek ini terintegrasi dari hulu hingga hilir dengan total investasi sebesar US$ 5,6 miliar.

Ada empat proyek yang meliputi dari hulu hingga hilir migas yang sebagian sudah jadi dan sisanya pabrik amonia yang masih groundbreaking.

"Total investasi untuk seluruh proyek ini US$ 5,6 miliar," kata Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Sudirman Said saat memberikan laporan kepada Presiden Jokowi di peresmian di kilang Donggi Senoro LNG, Banggai, Sulawesi Tengah (Sulteng), Minggu (2/8/2015)

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

‎Sudirman menuturkan, yang pertama Join Operating Body (JOB)‎ Pertamina Medco Tomori Sulawesi Tengah (PTMS) yang mengelola satu Central Processing Plant (CPP) dengan kapasitas produksi total 310 MMSCFD. Nilai investasinya adalah US$ 1,2 miliar.

Kedua, kilang LNG (Liquified Natural Gas) Donggi Senoro dengan kapasitas 2,1 MTPA‎ yang akan menerima pasokan dari JOB PMTS 250 mmscfd dan dari Matindok pengembangan proyek 85 MMCFD. Dari kilang ini akan berlangsung pengapalan perdana ke terminal regasifikasi Arun, hari ini.

"Total investasinya mencapai US$ 2,8 miliar‎," imbuhnya

Ketiga adalah pabrik ammonia yang dikelola oleh PT Panca Amara Utama (PAU). Kapasitasnya mencapai 0,7 MTPA dengan nilai investasi US$ 800 juta.

"Terakhir dari lapangan GG berkapasitas produksi 31 MMCFD dan 150 barel kondensat per hari dikelola oleh Pertamina Hulu Energi Offshore North West Java (PHE-ONWJ). Investasinya US$ 150 juta,"‎ papar Sudirman.

(mkl/hen)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads