"Seluruhnya untuk 35 ribu (MW) plus 7 ribu (MW) ini akan memerlukan investasi Rp 1.100 triliun dalam lima tahun ke depan," ucap Menteri ESDM, Sudirman Said, usai acara diskusi Tindak Lanjut Hasil Pemeriksaan BPK RI, bertajuk 'Pembangunan Pembangkit 35.000 Mengawatt: Menguak Mimpi Menjadi Realita', di Gedung Aula Barat ITB, Jalan Ganeca, Kota Bandung, Senin (3/8/2015).
Sudirman menjelaskan, dana proyek ini bersumber dari negara dan pihak swasta. Sebagian besar biayanya, menurut dia, akan diperoleh dari investor swasta.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lebih lanjut, Sudirman menuturkan, untuk membangkitkan listrik 35 ribu MW tersebut membutuhkan berbagai jenis sumber energi. Dia memastikan sumber energinya didominasi penggunaan batu bara.
"Sumber energinya 50 persen akan disediakan oleh batu bara, 25 persen gas, 25 persen energi baru terbarukan seperti angin, matahari, air, biomassa dan geothermal," ucap Sudirman.
Pembangunan pembangkit 35.000 MW bertujuan menyediakan akses penerangan bagi masyarakat Indonesia secara lebih merata. Sudirman optimistis, pemerintah bisa merealisasikan program tersebut.
(bbn/dnl)











































