Pembangkit Listrik 35.000 MW Jokowi Butuh Rp 1.100 Triliun

Pembangkit Listrik 35.000 MW Jokowi Butuh Rp 1.100 Triliun

Baban Gandapurnama - detikFinance
Senin, 03 Agu 2015 14:04 WIB
Pembangkit Listrik 35.000 MW Jokowi Butuh Rp 1.100 Triliun
Bandung - Pemerintah menargetkan pembangunan pembangkit listrik 35 ribu megawatt (MW) dalam jangka waktu lima tahun. Investasi megaproyek tersebut membutuhkan biaya lebih dari seribu triliunan rupiah.

"Seluruhnya untuk 35 ribu (MW) plus 7 ribu (MW) ini akan memerlukan investasi Rp 1.100 triliun dalam lima tahun ke depan," ucap Menteri ESDM, Sudirman Said, usai acara diskusi Tindak Lanjut Hasil Pemeriksaan BPK RI, bertajuk 'Pembangunan Pembangkit 35.000 Mengawatt: Menguak Mimpi Menjadi Realita', di Gedung Aula Barat ITB, Jalan Ganeca, Kota Bandung, Senin (3/8/2015).

Sudirman menjelaskan, dana proyek ini bersumber dari negara dan pihak swasta. Sebagian besar biayanya, menurut dia, akan diperoleh dari investor swasta.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Dari sisi pembangkit, 30 ribu (MW) itu dibangun swasta, sementara 5.000 (MW) dibangun PLN," ujar Sudirman.

Lebih lanjut, Sudirman menuturkan, untuk membangkitkan listrik 35 ribu MW tersebut membutuhkan berbagai jenis sumber energi. Dia memastikan sumber energinya didominasi penggunaan batu bara.

"Sumber energinya 50 persen akan disediakan oleh batu bara, 25 persen gas, 25 persen energi baru terbarukan seperti angin, matahari, air, biomassa dan geothermal," ucap Sudirman.

Pembangunan pembangkit 35.000 MW bertujuan menyediakan akses penerangan bagi masyarakat Indonesia secara lebih merata. Sudirman optimistis, pemerintah bisa merealisasikan program tersebut.

(bbn/dnl)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads