Penurunan harga minyak ini juga didorong oleh melimpahnya pasokan dunia, sementara permintaannya melemah.
Minyak produksi Amerika Serikat (AS), harganya sudah turun 21% sepanjang Juli, ke tingkat terendahnya sejak 2008 di tengah peningkatan pasokan, dan jatuhnya bursa saham China, selaku konsumen energi terbesar dunia.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dilansir dari Reuters, Selasa (4/8/2015), harga minyak jenis Brent turun US$ 2,69 (5,2%) ke US$ 49,52 per barel. Sementara harga minyak produksi AS turun US$ 1,95 (4,1%) ke US$ 45,17 per barel.
"Ini karena pelemahan ekonomi," kata Analis, Matt Smith.
Produksi minyak dari negara anggota Organization of the Petroleum Exporting Countries (OPEC) juga diprediksi bakal mencapai titik tertingginya di Juli ini.
(dnl/dnl)











































