Ini 'Jurus' Pemerintah Awasi Penyaluran Subsidi Elpiji 3 Kg

Ini 'Jurus' Pemerintah Awasi Penyaluran Subsidi Elpiji 3 Kg

Michael Agustinus - detikFinance
Jumat, 07 Agu 2015 17:10 WIB
Ini Jurus Pemerintah Awasi Penyaluran Subsidi Elpiji 3 Kg
Jakarta - Kementerian ESDM tengah mengkaji perubahan skema penyaluran subsidi Elpiji 3 Kilogram (Kg). Pasalnya, subsidi untuk Elpiji 3 Kg ditengarai banyak yang tidak tepat sasaran karena dinikmati orang kaya.

Dirjen Migas Kementerian ESDM, I Gusti Nyoman Wiratmaja Puja, mengungkapkan pihaknya mengkaji 4 opsi atau jurus untuk mengawasi penyaluran subsidi Elpiji 3 Kg. Nantinya jurus tersebut akan dipilih salah satu.

Jurus pertama adalah dengan menggunakan 'kartu sakti', seperti semacam Kartu Indonesia Sehat (KIS), Kartu Indonesia Pintar (KIP), atau Kartu Indonesia Keluarga Sejahtera (KIKS).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Ada empat opsi. Pertama subsidi langsung tapi masyarakat diberi kartu dengan dana tapi hanya dapat digunakan

untuk beli LPG saja," kata Wirat saat berdiskusi dengan media di Plaza Centris, Jakarta, Jumat (7/8/2015).

Jurus kedua juga masih menggunakan kartu tetapi berbeda dengan opsi pertama. Kartu tersebut bisa digunakan untuk membeli Elpiji di agen-agen. Hanya pemilik kartu yang dapat membeli Elpiji 3 Kg.

"Alternatif kedua distribusi tertutup, uang nggak ada, hanya cetak subsidi saja di kartu itu," papar Direktur Pembinaan Hilir Migas Kementerian ESDM, Setyorini Tri Hutami.

Jurus ketiga, yaitu dengan menggunakan sistem finger print. Masyarakat yang tidak mampu dan calon penerima subsidi akan didata sidik jarinya, selanjutnya mereka harus menunjukkan sidik jari ke alat finger print setiap membeli Elpiji 3 Kg.

"Transaksi dengan finger print untuk yang menerima Elpiji subsidi. Finger print di pangkalan, datanya terkirim ke Pertamina, Peramina akan menagih pembayarannya ke Kementerian Keuangan," tuturnya.

Jurus terakhir, yaitu dengan menggunakan kartu kartu debit dari bank-bank yang sudah ada untuk melakukan transaksi pembelian Elpiji 3 Kg. ESDM dan perbankan akan bekerjasama menggunakan jaringan perbankan untuk mengatur pembelian Elpiji 3 Kg memakai transaksi non tunai.

"Sistem nggak perlu bangun baru, cuma butuh kerja sama dengan bank," ujar Rini.

Empat jurus tersebut nantinya akan dipilih salah satunya. Sebelum dipilih, Kementerian ESDM akan melakukan ujicoba 4 jurus tersebut di Batam pada bulan Agustus, di Tarakan
pada September, berikutnya di Bali pada November 2015.

Bila dianggap mampu mengendalikan penyaluran subsidi Elpiji 3 Kg maka salah satu jurus baru akan diterapkan secara nasional.

"Nanti bulan Desember kita evaluasi hasilnya," pungkasnya.

(feb/feb)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads