Pertemuan Bank Indonesia dengan pejabat tinggi negara di tingkat pusat dan daerah menghasilkan kesimpulan, bahwa perekonomian di Kalimantan tak bisa lagi mengandalkan ekspor barang mentah seperti kayu, batubara, minyak dan gas. Harus ada peralihan ke sektor industri yang memberi nilai tambah seperti pengolahan dan pemurnian barang tambang.
Gubernur Bank Indonesia Agus Martowardojo usai menggelar pertemuan dengan para pejabat terkait tersebut mengatakan, bahwa terkait upaya ini Kementerian Keuangan telah mempersiapkan insentif fiskal dalam pengembangan infrastruktur energi.
"Fasilitas yang disediakan adalah rencana pemberian tax holiday (pembebasan pajak) dalam bentuk relaksasi jangka waktu yang lebih panjang bagi industri sumber daya terbarukan dan industri pengilangan minyak bumi," jelas Agus di Hotel Gran Senyiur, Balikpapan, Selasa (11/8/2015).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Adapun saat ini aturan mengenai kebijakan pajak tersebut direncanakan terbit pada bulan ini.
"Untuk tax holiday PMK-nya (peraturan menteri keuangannya) akan terbit bulan ini. Kalau yang tax allowance masih tunggu Perpres-nya (peraturan presidennya). Nanti Pak Menko (Menko Perekonomian Sofyan Djalil) yang koordinasikan," kata Menteri Keuangan Bambang Brodjonegoro dalam kesempatan yang sama.
(dna/rrd)











































