Sudah Sampai Mana Proyek Pembangkit Listrik 35.000 MW Jokowi?

Sudah Sampai Mana Proyek Pembangkit Listrik 35.000 MW Jokowi?

Dewi Rachmat Kusuma - detikFinance
Jumat, 14 Agu 2015 18:39 WIB
Sudah Sampai Mana Proyek Pembangkit Listrik 35.000 MW Jokowi?
Ilustrasi (Foto: dok.detikFinance)
Jakarta - Pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi) mendorong terciptanya pembangkit listrik 35.000 MW untuk memenuhi kebutuhan listrik seluruh masyarakat Indonesia. Mega proyek tersebut ditargetkan rampung tahun 2019 mendatang. Bagaimana perkembangannya sekarang?

Direktur Pengadaan Strategis dan Energi Primer PLN Amin Subekti mengatakan, hingga saat ini pembangunan pembangkit listrik tersebut masih terus dilakukan. Menurutnya, sudah ada perkembangan yang cukup signifikan.

"Kan sudah ada beberapa yang ditandatangan ya. Ada perkembangan yang cukup signifikan," katanya saat ditemui di Kantor Pusat PLN, Jakarta, Jumat (14/8/2015).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Amin menyebutkan, beberapa progres yang tengah dilakukan misalnya Pembangkit Listrik Tenaga Gas dan Uap (PLTGU) 450 MW di Grati, Pasuruan, Jawa Timur, pembangkit listrik 450 MW di Yogyakarta, Pembangkit Listrik Tenaga Bayu (PLTB) 50 MW di Yogyakarta yang dalam waktu dekat ditandatangani.

"Kita akan tanda tangan beberapa PPA juga misalnya nerusin renewable, minggu depan akan ada Indonesia EBTKE Connect, itu di situ kita akan tanda tangan satu PLTB lagi 70 MW dan 1 PLTA 3x13 MW dan ada beberapa PLTS kecil-kecil untuk menjangkau Indonesia timur," sebut dia.

Melalui berbagai proyek tersebut, Amin menargetkan bisa menyelesaikan pembangkit listrik hingga 10.000 MW.

"Konsisten 10.000 MW, kita yakin sampai akhir tahun," katanya.

Lebih jauh Amin mengatakan, pembangunan proyek pembangkit listrik tersebut untuk memenuhi kebutuhan listrik seluruh masyarakat Indonesia.

"Itu dibangun untuk melayani seluruh segmen pelanggannya PLN, residensial, komersial, bisnis, perkantoran, dan industri, itu semua," terangnya.

Amin optimistis jika mega proyek pembangkit listrik 35.000 MW tersebut akan bisa direalisasikan sesuai target.

Menurutnya, target tersebut merupakan angka yang realistis.

"Kita nih pelaksana ya, apa yang diperintah pemerintah 35.000 MW ya kita lakukan gitu. Namanya infrastruktur itu kan selalu lebih dulu dari konsumsi, waktu kita bikin jalan tol Jakarta-Cikampek nggak pernah bayangin Jakarta-Cikampek akan macet loh sama dengan bikin jalan tol Jagorawi juga nggak menyangka begitu. Listrik juga begitu, sekarang memang situasi temporer begitu tapi kalau kita melihat ke depan rasanya konsumsi kita akan jauh lebih besar, longterm, jadi memang harus," jelas dia.

(drk/ang)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads