Namun, ternyata tidak ada kenaikan anggaran untuk EBTKE dalam RAPBN 2016 yang diajukan hari ini. Dirjen EBTKE Kementerian ESDM, Rida Mulyana, mengungkapkan bahwa anggaran untuk energi terbarukan tahun depan tak jauh berbeda dari tahun ini.
"Belum naik, (anggaran EBTKE tahun depan) sekitar Rp 1-2 triliun. Tapi nggak masalah," kata Rida usai diskusi Energius Day 2015 di Umar Ismail Hall Theatre, Jakarta, Jumat (14/8/2015).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"APBN itu adalah ongkos kita bekerja untuk menciptakan infrastruktur. Kalau pun ada pembangunan fisik, itu ditujukan untuk men-trigger," paparnya.
Ia melanjutkan, pihaknya lebih mengedepankan sektor swasta dalam pengembangan energi terbarukan, pemerintah hanya mendorong dengan penciptaan insenstif-insentif, regulasi, dan infrastruktur yang dibutuhkan swasta. "Maunya kita, dana untuk pembangunan itu datangnya dari investor," tutupnya.
Sebelumnya, Kementerian ESDM pada April lalu mengusulkan alokasi dana APBN 2016 untuk energi baru dan terbarukan serta konservasi energi sebesar Rp 10 triliun. Jumlah tersebut meningkat pesat dari alokasi anggaran pemerintah tahun ini di sektor energi alternatif sebesar Rp 2,2 triliun.
Rencananya, sebagian besar dana bakal dihabiskan untuk pengembangan bahan bakar nabati (BBN). Hingga 2025, pemerintah mewacanakan pencampuran mandatori BBN sebesar 25 persen dengan bahan bakar minyak hingga sepuluh tahun ke depan dari rencana tahun ini sebesar 15 persen BBN.
Pengembangan energi alternatif lain adalah tenaga air sebagai daya pembangkit listrik. Dalam rencana pemerintah mengembangkan kapasitas listrik sebesar 35 ribu megawatt, 5.821 di antaranya memakai tenaga hidro.
(hen/hen)











































