β
Hal ini digunakan sebagian masyarakat untukβ sekedar menjajal atau pun benar-benar bepergian bajaj berwarna biru ini. Berbagai tanggapan pun dilontarkan masyarakat yang sempat menjajal bajaj berbahan bakar ramah lingkungan ini.
Contohnya seperti Mirna, warga Kebayoran Baru yang hari ini ikut dalam acara Jalan Sehat bertajuk "BUMN Hadir Untuk Negeri" di Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta, Minggu (16/8/2018).
Ia bersama pasangannya menjajal bajaj gas untuk berkeliling Monumen Nasional. "Ini pengalaman pertama naik bajaj biru (bajaj gas). Mumpung gratis mau ngerasain," Mirna bercerita.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Nggak bau asap dan nggak berisik. Kalau bajaj yang merah itu kan berisik dan bau asap. Bajaj biru juga lebih lega, jadi kita nggak terlalu empet-empetan (berdesakan). Asik deh," tuturnya.
Mirna yang juga bekerja di salah satu BUMN ini mengaku ke depan dirinya akan lebih memilih menggunakan bajaj gas.
"Karena sudah tahu, nanti kalau saya keluar makan siang naik bajaj biru saja. Tadinya naik mobil sendiri, karena kan kalau naik bajaj merah tahu sendiri kan? Sekarang tahu bajaj biru, tahu bedanya. Jadi boleh lah dipilih," pungkasnya.
PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk (PGN) menggelar program "Ayo Kita NgeGas Merdeka" dalam rangka memeriahkan Hari Ulang Tahun Kemerdekaan ke-70 Republik Indonesia dan memasyarakatkan penggunaan transportasi umum berbahan bakar gas bumi.
"Kami sediakan 700 bajaj gas bertanda khusus dalam program Ayo Kita NgeGas Merdeka ini," kata Kepala Komunikasi Korporat PGN Irwan Andri Atmanto.
Sebanyak 700 bajaj gas itu akan dibagi dalam 7 hari dari 15-21 Agustus 2015 sehingga setiap hari ada 100 bajaj gas gratis bertanda khusus yang beroperasi malayani warga. Bajaj gas tersebut mangkal di berbagai titik Jakarta.
(dna/hen)











































