Sebelumnya, PLTG yang masuk wilayah Semarang tersebut sempat 'mati suri' akibat ketiadaan pasokan gas untuk pembangkit berkapasitas 1.033 MW tersebut.
Kepala Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas (SKK) Migas Amien Sunaryadi mengungkapkan, produksi gas di lapangan milik PT Perusahaan Gas Negara (PGN) Tbk di Kepondang yang disuplai lewat pipa gas Kalimantan-Jawa ke Tambak Lorok akan membuat listrik di Karimun Jawa tercukupi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Amin menyebut, jika sudah beroprasi penuh, PLTG Tambak Lorok akan menyuplai tambahan daya hingga 300 MW ke Kepulauan Karimun Jawa.
"Tambak lorok kalau pipanya PGN selesai Agustus. Kita akan coba resmikan sama-sama Oktober. Dari situ ada sekitar 300 MW untuk Karimun kalau gas dari Kapondang terealisasi. Pembangkit Tambak Lorok sudah siap, tinggal menunggu (gas) saja," jelasnya.
Soal infrastruktur, menurut Amien, listrik ke Karimun Jawa dari PLTG Tambak Lorok akan menggunakan jaringan transmisi listrik yang sudah ada milik PT Pembangkit Jawa Bali.
"Trasmisinya pakai infrastruktur yang sudah tersambung di Pantura. Bisa jadi listrik cadangan juga. Kalau detilnya bisa ditanya ke PLN saja," tambahnya.
Sebelumnya, PGN memastikan proyek pipa gas Kalimantan-Jawa (Kalija) tahap I sepanjang 207 km sudah selesai, sehingga tidak lama lagi gas yang berasal dari Lapangan Kepodang yang diproduksi Petronas Carigili Muriah Ltd bisa segera dialirkan ke Pembangkit Listrik Tenaga Gas Uap (PLTGU) Tambak Lorok 1 x 1.000 megawatt (MW).
Selama dua tahun, PLTG Tambak Lorok tak bisa beroprasi penuh dan hanya mengandalkan turbin yang digerakan mesin diesel. Kondisi ini akibat pembangkit hanya mendapat pasokan gas dari Lapangan Gundih-Pertamina EP sebanyak 50 miliar British thermal unit per hari (BBTUD).
(ang/ang)











































