Wilayah Sumatera Selatan dikenal sebagai salah satu lumbung energi migas di Indonesia. PT Pertamina EP Asset 2 yang berkantor di Kota Prabumulih menjadi salah satu Kontraktor Kontrak Kerjasama yang turut beroperasi di Sumatera Selatan.
Sepanjang lebih dari 700 km panjang rute transportasi pipa migas yang terbagi menjadi 2 rute pipa yaitu rute Limau-Prabumulih hingga ke Plaju sepanjang 391 km, dan rute Pendopo-Adera hingga ke Plaju sepanjang 330 km.
"Selama 24 jam penuh kami beroperasi mengamankan produksi migas agar berjalan lancar dan dapat memenuhi kebutuhan energi bagi Indonesia terutama di wilayah Sumatera Selatan", ujar Ekariza Asset 2 General Manager saat ditemui di Kantor PT Pertamina EP Asset 2 di Prabumulih, Kamis (20/8/2018).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Namun demikian, lanjut Ekariza lagi, kami tetap berupaya menanggulangi seluruh hal tersebut melalui peningkatan sinergi yang baik dengan stakeholder terkait serta dengan menerapkan kegiatan CSR bagi masyarakat di sekitar wilayah operasi.
"Dalam menjalankan kegiatan CSR, kami fokus terhadap pemberdayaan masyarakat di sekitar wilayah operasi kami. Terhitung sepanjang tahun 2014 kami menyalurkan sebanyak Rp 3,8 miliar untuk kegiatan pengembangan dukungan bisnis dan Rp 20,4 miliar untuk program penunjang operasi, di mana warga di sekitar wilayah operasi kami yang tersebar di 7 kabupaten Pali, Musi Rawas, Muara Enim, Ogan Ilir, Ogan Komering Ulu, Kota Palembang dan Kota Prabumulih", jelas Ekariza.
Keberadaan kami, lanjut Ekariza, turut memberi pemasukan bagi daerah melalui dana bagi hasil yang sudah diatur oleh Kementerian keuangan dalam Dana Perimbangan Pusat dan Daerah.
"Mengingat tingginya kebutuhan akan energi, kami meminta dukungan dari seluruh pihak agar kami di lapangan dapat beroperasi secara lancar sehingga dapat memberikan kontribusi yang lebih besar bagi negara dan daerah penghasil", pungkas Ekariza.
(pam/rrd)











































