Seperti yang dilakukan, Hari Sugandi, ia hampir 3 tahun terakhir menjajakan bensin eceran di depan Masjid Jami Matraman, Jakarta Timur. Awalnya ia hanya menjual bensin botolan, namun ia tertarik ketika melihat tawaran ada SPBU Pertamini, karena tampilannya yang unik membuat orang makin rajin isi bensin di SPBU-nya.
"Kalau pas awal beli modal awalnya Rp 7 juta buat beli mesin Pertamini," kata Sugandi, ditemui detikFinance, Jumat (21/8/2015).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kita itu bantuin orang-orang yang kehabisan bensin tapi cuma punya duit Rp 5.000. Kalau orang yang beli eceran botol kan nggak bisa, kalau di Pertamini bisa. Kita itu permudah orang yang lagi kesulitan," ujarnya.
Sugandi mengaku, untuk mendapatkan pasokan BBM untuk Pertamininya, dirinya membeli di SPBU terdekat. Kadang, sewaktu-waktu petugas SPBU tidak mau melayani penjualan menggunakan jirigen.
"Ya kalau sudah begitu, saya bolak-balik pakai sepeda motor untuk isi BBM," tutupnya.
(rrd/hen)











































