"Sakarang karena BBM naik, seperti Premium Rp 7.400/liter, saya jualnya Rp 9.000/liter," kata Pengusaha Pertamini, Hari Sugandi kepada detikFinance, ditemui di lapaknya depan Masjid Jami Matraman, Jakarta Timur, Jumat (21/8/2015).
Sugandi mengatakan, walau harga bensin yang dijual lebih mahal, tapi setiap hari cukup banyak masyarakat yang membeli bensin di tempatnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ia menambahkan, yang unik membeli bensin di Pertamini, jumlahnya tidak ditentukan berdasarkan liter, tetapi nominal uang, misalnya Rp 5.000, Rp 10.000.
"Kita nggak jualan literan, kebanyakan belinya ceban (Rp 10.000). Kita pakai nominal, kan ada tabungnya, ukurannya pakai itu yang tabung di atas, kan nggak ada tombolnya, tapi takarannya dijamin pas. Jadi orang kalau beli bisa Rp 5.000," tutup Sugandi.
(rrd/hen)











































