"Saya rela berhenti kerja dari pekerjaan sebagai supervisor marketing dan memilih menjadi penjual bensin pertamini," kata Amir ditemui detikFinance di lapak Pertamininya di sekitar Stasiun Manggarai, Jumat (21/8/2015).
Amir mengatakan, dengan keuntungan yang didapat dari menjual bensin eceran tersebut, ia bisa mencukupi kebutuhan ia beserta istri dan dua anaknya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kita pesan mereka langsung buatin. Saya pakai model yang lama yang harganya Rp 6,5 juta yang manual, kalau sekarang katanya ada yang baru yang selangnya di depan kaya punya SPBU, kalau ini kan selangnya di atas," ucapnya.
Amir mengungkapkan, setiap hari ia bisa menjual bensin sebanyak 250 liter. Tapi, bila hari libur Sabtu-Minggu penjualan bensin menurun hanya sekitar 150 liter.
"Pendapatan sebulan kalau sehari saja bersih yah Rp 200.000. Kan itu jualan ada sehari 250.000, margin bersihnya Rp 1.000 per liter. Jadi sehari setelah dipotong jajan rokok sama makan, yang bisa dibawa pulang yah ada Rp 200.000 sehari. Sebulan berarti ada 6 jutaan lah," tutup Amir.
(rrd/hen)











































