Ini karena harganya turun 2% pada perdagangan Jumat malam tadi. Akibat pasokan yang berlebih dan melambatnya sektor manufaktur di China sebagai salah satu konsumen energi terbesar dunia.
Data sektor energi di AS menunjukkan, perusahaan energi di negara itu menambah 2 rig pengeboran minyak pada pekan lalu. Ini bakal membuat pasokan bertambah.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pada penutupan perdagangan Jumat, harga minyak di AS turun 87 sen atau 2,1% ke US$ 40,45 per barel, setelah sebelumnya menyentuh tingkat terendah di US$ 39,86 per barel.
Sementara harga minyak jenis Brent turun US$ 1,16 per barel atau 2,5% menjadi US$ 45,46 per barel. Harga sempat turun ke tingkat terendah di US$ 45 per barel.
Pasar energi dunia memang tengah jatuh, mengikuti turunnya pasar saham dan pasar uang dunia. Harga minyak turun, karena permintaan dari konsumen minyak terbesar kedua dunia, yaitu China turun, akibat lesunya perekonomian.
(dnl/dnl)











































