Pipa Bawah Laut Bocor, 43 Barel Minyak Tumpah ke Pantai Tuban

Pipa Bawah Laut Bocor, 43 Barel Minyak Tumpah ke Pantai Tuban

Maikel Jefriando - detikFinance
Sabtu, 22 Agu 2015 17:28 WIB
Pipa Bawah Laut Bocor, 43 Barel Minyak Tumpah ke Pantai Tuban
Jakarta - Pipa bawah laut yang dioperasikan kontraktor kontrak kerja sama (Kontraktor KKS) Blok Tuban, yaitu JOB Pertamina-PetroChina East Java (JOB PPEJ), bocor pada Kamis (20/8/2015). Sebanyak 43 barel minyak tumpah ke perairan dan pantai di sekitar lokasi.

"Jumlah yang bocor diperkirakan 43 barel," kata Kepala Humas Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas), Elan Biantoro, dalam siaran pers, Sabtu (22/8/2015).

Informasi kebocoran pipa pertama kali didapat dari nelayan pada Kamis pagi. Nelayan menemukan ceceran minyak di perairan laut sekitar 1 kilometer (km) dari pantai Palang, Kabupaten Tuban, Jawa Timur.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Tim dari JOB PPEJ langsung ke lokasi mencari sumbernya dan melokalisir ceceran minyak. Berbekal laporan warga, tim fokus pada pipa bawah laut berdiameter 10 inchi berjarak 1 km dari Palang Station.

Terdapat dua pipa penyalur yang dioperasikan JOB PPEJ. Pertama, melalui darat dari Area Pusat Pengolahan (Central Processing Area/CPA) Mudi ke Palang Station. Kedua, jalur pipa bawah laut dari Palang Station ke fasilitas penampung minyak terapung (Floating Storage and Offloading/FSO) Cinta Natomas.

Pipa itu untuk menjalankan operasi transfer produksi minyak dari lapangan Sukowati, lapangan Mudi, dan titipan minyak Pertamina EP Aset 4 Cepu dan Pertamina EP Cepu, dari stasiun pengumpul CPA ke FSO Cinta Natomas.

Kebocoran dipastikan tidak berlanjut dengan dihentikannya pemompaan minyak ke FSO Cinta Natomas. JOB PPEJ mematikan dua dari tiga unit pompa transfer, untuk menghentikan aliran minyak yang melewati pipa yang bocor tersebut.

Satu unit pompa transfer tetap digunakan untuk memompakan minyak dari CPA ke FSO melalui pipa bawah laut yang lainnya. Hal ini agar tidak mengganggu produksi dan transfer minyak ke FSO Cinta Natomas.

Elan menjelaskan, proses perbaikan pipa dengan cara penjepitan (clamp) selesai keesokan harinya. JOB PPEJ terus melakukan monitoring untuk mencegah terjadinya kebocoran kembali. "Hari ini Sabtu penyaluran minyak melalui pipa tersebut sudah berjalan normal," ujarnya.

Akibatnya memang, produksi ExxonMobil Cepu Ltd. (EMCL) sempat turun hingga 50.000 barel saat adanya laporan tumpahan minyak.

Pada Kamis, produksi lapangan Banyu Urip, Blok Cepu sempat menjadi 30.000 barel per hari dari produksi normal sebesar 80.000 barel per hari. Pipa penyalur minyak JOB PPEJ dan EMCL memang berdekatan. Setelah diketahui bahwa yang bocor pipa JOB PPEJ, produksi lapangan Banyu Urip kembali normal pada Jumat.

Elan menambahkan, guna melokalisir dampak tumpahan minyak, JOB PPEJ telah mendapat bantuan kapal dari Pertamina Hulu Energi West Madura Offshore (PHE WMO). Saat ini, tengah dilakukan koordinasi dengan ExxonMobil Cepu Ltd. (EMCL) untuk mengoperasilkan kapal EMCL.

"Diharapkan proses penanganan tumpahan minyak ini berjalan cepat," tegas Elan.

(mkl/dnl)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads