Langkah ini harus dilakukan karena faktanya banyak masyarakat Indonesia yang boros bahan bakar minyak (BBM), listrik hingga air. Sementara di sisi lain kondisi energi Indonesia mengalami krisis.
"Saat ini, kondisi energi di Indonesia mengalami krisis, produksi minyak dan gas bumi menurun, tapi di sisi lain konsumsi terus meningkat," kata Sudirman kepada detikFinance, Selasa (25/8/2015).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Atas kondisi tersebut, dan berdasarkan amanat PP Nomor 70 Tahun 2009 tentang Konservasi Energi dan Instruksi Presiden Nomor 13 Tahun 2011 tentang penghematan energi. Maka dibentuklah Brigade Energi.
"Menghemat energi adalah wajib diterapkan untuk semua sektor, baik sisi penyediaan maupun sisi pemanfaatan energi," katanya.
Sudirman mengatakan, dengan adanya Brigade Energi ini, nantinya dapat melaksanakan tugasnya menjadi Agent of Change dalam melakukan promosi konservasi energi kepada masyarakat.
Saat ini, pasukan hemat energi ini sedang dilatih dari 24-28 Agustus di Pusdiklat EBTKE, Ciracas, Jakarta Timur. Pada calon Brigade Energi ini mendapatkan tema pelatihan:
- Kebijakan, regulasi, standar, dan program konservasi energi,
- energi dan permasalahan/expertential learning + motivasi
- pengenalan kiat-kiat penghematan energi, dan
- membangun budaya hemat energi











































