Proyek Transmisi Listrik Bahannya Tak Boleh Impor, Ini Langkah Menteri ESDM

Proyek Transmisi Listrik Bahannya Tak Boleh Impor, Ini Langkah Menteri ESDM

Dana Aditiasari - detikFinance
Selasa, 25 Agu 2015 18:11 WIB
Proyek Transmisi Listrik Bahannya Tak Boleh Impor, Ini Langkah Menteri ESDM
Jakarta - Menteri Energi dan Sumberdaya Mineral (ESDM) Sudirman Said menyanggupi permintaan Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) untuk menggunakan komponen dalam negeri untuk transmisi listrik sepanjang 46.000 km dalam program penyediaan listrik 35.000 MW.

Sudirman mengaku pihaknya bahkan sudah menyiapkan pola kerjasama antara PLN selaku perusahaan yang bertanggungjawab mambangun jaringan transmisi listrik tersebut, dengan perusahaan dalam negeri lainnya yang memproduksi berbagai komponen.

"Yang mengerjakan itu PLN tetap. Tapi cara pembangunannya akan dimodifikasi. Caranya, Jadi PLN akan berkontrak dengan Krakatu Steel untuk proses pengadaan besi, pengadaan baja. Kemudian nanti berkontrak dengan para pabrikator yang akan membuat komponen-komponen dan potongan-potongan," ujar Sudirman saat ditemui di Kantor Kemenko Perekonomian, Jakarta, Selasa (25/8/2015).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Selain bekerjasama dengan para penyedia komponen dalam negeri, nantinya PLN juga akan bekerjasama dengan para kontraktor pelaksana pembangunan konstruksi yang juga berasal dari negeri sendiri.

"Ada yang akan menjadi konstruktor atau yang konstruksi dilapangan. Jadi dengan begitu diharapkan akan lebih cepat dan lebih murah," kata dia.

Saat ini Sudirman mengaku bahwa pihaknya sedang mematangkan sejumlah perencanaan terkait pelaksanaan pembangunan transmisi listrik ini.

"Kemungkinan 1-2 minggu kedepan akan ada rapat lagi dengan ada petanya. Sekarang lagi hitung volume pekerjaannya dulu‎," pungkas dia.

Sebelumnya, Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) menggelar rapat khusus dengan para menteri soal ketenagalistrikan. Hasil rapat tersebut disepakati bahwa PLN wajib menggunakan bahan baku lokal dalam membangun jaringan transmisi listrik sepanjang 46.000 kilo meter sirkuit (KMS) pendukung proyek listrik 35.000 MW.

(dna/rrd)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads