Sudirman mengaku pihaknya bahkan sudah menyiapkan pola kerjasama antara PLN selaku perusahaan yang bertanggungjawab mambangun jaringan transmisi listrik tersebut, dengan perusahaan dalam negeri lainnya yang memproduksi berbagai komponen.
"Yang mengerjakan itu PLN tetap. Tapi cara pembangunannya akan dimodifikasi. Caranya, Jadi PLN akan berkontrak dengan Krakatu Steel untuk proses pengadaan besi, pengadaan baja. Kemudian nanti berkontrak dengan para pabrikator yang akan membuat komponen-komponen dan potongan-potongan," ujar Sudirman saat ditemui di Kantor Kemenko Perekonomian, Jakarta, Selasa (25/8/2015).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Ada yang akan menjadi konstruktor atau yang konstruksi dilapangan. Jadi dengan begitu diharapkan akan lebih cepat dan lebih murah," kata dia.
Saat ini Sudirman mengaku bahwa pihaknya sedang mematangkan sejumlah perencanaan terkait pelaksanaan pembangunan transmisi listrik ini.
"Kemungkinan 1-2 minggu kedepan akan ada rapat lagi dengan ada petanya. Sekarang lagi hitung volume pekerjaannya dulu," pungkas dia.
Sebelumnya, Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) menggelar rapat khusus dengan para menteri soal ketenagalistrikan. Hasil rapat tersebut disepakati bahwa PLN wajib menggunakan bahan baku lokal dalam membangun jaringan transmisi listrik sepanjang 46.000 kilo meter sirkuit (KMS) pendukung proyek listrik 35.000 MW.
(dna/rrd)











































