General Manager PLN Wilayah Maluku-Maluku Utara, M Ikhsan Asaad, kesal dengan perilaku oknum-oknum PLN tersebut. Sebab, hal itu menyebabkan biaya produksi listrik makin tidak efisien dan jelas merugikan negara.
Karena itu, pihaknya merekrut 60 orang baru untuk menciptakan inovasi untuk dapat mengkontrol stok dan pasokan solar milik PLN.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Hasilnya, orang-orang baru yang direkrutnya sukses menciptakan aplikasi inovatif yang dinamakan Sistem Informasi Manajemen Bahan Bakar Minyak alias SIM BBM. Setiap PLTD milik PLN di pulau-pulau terluar di Maluku-Maluku Utara kini telah dilengkapi dengan V-Sat untuk sambungan internet.
Dengan begitu, stok dan pasokan solar dapat dipantau setiap hari lewat ponsel Android. Setiap pasokan solar yang masuk akan tercatat di SIM BBM. Penggunaannya akan dicocokan dengan daya listrik yang dihasilkan.
Aplikasi ini dapat mendeteksi jika daya listrik yang dihasilkan tak sesuai dengan solar yang dihabiskan. Dari data tersebut akan dapat diketahui jika ada oknum yang mencuri solar. "Baru tahun ini SIM BBM dipakai. Sering kita lihat penggunaan BBM sering minus karena dicuri," ungkap Ikhsan.
Ikhsan mengaku, telah memanggil pegawai-pegawainya yang ketahuan menyelewengkan pasokan solar untuk PLTD berkat aplikasi Android ini. Beberapa di antara karyawan PLN yang terbukti mencuri solar pun telah diberhentikan dengan tidak hormat alias dipecat.
"Kami panggil, beri pembinaan, kami pecat kalau ada yang keterlaluan," tegasnya.
(dnl/ang)











































