Direktur Utama PT Bimasena Power Indonesia Mohammad Effendi mengatakan, penyerapan tenaga kerja akan diprioritaskan dari masyarakat di sekitar lokasi proyek.
"4.000-5.000 orang dalam konstruksinya. Pada saat konstruksi terbuka luas dari mulai pekerjaan kecil, pasang batu hingga yang besar itu terbuka bagi orang-orang di sini untuk terlibat. Untuk mereka yang ingin bekerja kita persilakan," kata dia di lokasi proyek, Jumat (28/8/2015).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Mengingat teknologi yang diterapkan pada pembangkit ini adalah teknologi tinggi, perusahaan pun tidak segan untuk memberikan pendidikan ke pada masyarakat calon pekerja di PLTU ini nantinya.
"Setelah nanti menjelang pengoperasian, dua tahun sebelum operasi sudah mulai kita arahkan untuk mendidik orang-orang dari sini yang nantinya bisa masuk. Jadi dua tahun sebelumnya kita mulai lakukan pendidikan," kata dia.
Adapun jumlah tenaga kerja yang akan diserap khusus untuk kegiatan operasi diperkirakan adalah 500 orang.
"Tapi itu yang inti saja. Kalau sudah beroperasi nanti, industri penunjang pasti akan banyak. Bisa itu warteg, laundry, dan penunjang lainnya. 1.000 orang lebih akan dihidupi kalau sudah beroperasi," kata dia.
Sebelumnya, Presiden Joko Widodo (Jokowi) menegaskan, bahwa kehadiran pembangkit listrik ini sangat penting bagi bergeraknya roda perekonomian. Bukan hanya industri besar seperti Pabrik-pabrik raksasa hingga perhotelan.
"Tetapi juga ibu-ibu yang punya usaha jait kecil-kecilan, nelayan kita untuk menghidupkan freezer supaya ikan mereka awet, dan anak-anak kita yang bleajar di malam hari," tegas Jokowi.
(dna/rrd)











































