Di tengah harga Bahan Bakar Minyak (BBM) yang kian mahal, membuat Kusno, sopir taksi mengambil langkah untuk beralih menggunakan bahan bakar gas (BBG). Ternyata pilihannya tepat, saat ini ia menghemat sekitar Rp 1 juta/bulan dari biaya untuk bahan bakar. Dengan penghematannya tersebut, ia yakin bisa menyekolahkan anaknya hingga strata-2 (S-2).
"Senang sekarang pakai BBG. Manfaat yang paling terasa adalah bisa menghemat pengeluaran dibandingkan sebelumnya menggunakan BBM," kata Kusno, ditemui detikFinance, saat mengisi BBG di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Gas (SPBG) Milik PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN), di Jalan Ratna, Ngagel, Surabaya, Jawa Timur, Senin (31/8/2015).
Kusno mengungkapkan, ketika masih menggunakan BBM, ia menghabiskan biaya Rp 200.000/hari untuk membeli bensin Premium, namun kali ini ketika menggunakan BBG, dirinya hanya mengeluarkan biaya Rp 125.000/hari. Harga BBM di Surabaya Rp 4.500 per liter setara premium (lsp). Adapun harga BBM jenis premium sekarang Rp 7.400/liter.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dengan penghematan menggunakan BBG ini, dalam sebulan, rata-rata Kusno bisa menghemat biaya penggunaan bahan bakar lebih dari Rp 1 juta. Hal itu tentu saja, membuat istrinya sebagai manajer keuangan keluarga, menjadi lebih senang karena ada tambahan uang untuk ditabung.
Dengan hasil penghematan yang didapat dari penghematan bahan bakar, dia pun makin mantap dan tenang membiayai kuliah putrinya yang kini duduk di bangku semester 5 Prodi Manajemen Universitas Airlangga (Unair) Surabaya. Bahkan, dia bercita-cita, jika kuliah putrinya selesai, ingin menguliahkan anaknya tersebut ke jenjang S2.
"Saya ingin anak saya pintar dan sekolah yang tinggi sampai S2. Jangan seperti orang tuanya. Kalau saya ini hanya lulusan SD saja," tutur laki-laki yang tinggal di kawasan Kapasari Surabaya ini.
Selain lebih hemat biaya bahan bakar, menurut Kusno menggunakan BBG juga membuat mesin lebih bersih dan tidak mencemari lingkungan. "Tidak ada asap yang mengebul dari mobil jadi pengguna jalan lain tidak akan tercermari," katanya.
Kepala Distribusi Regional II PGN, Dian Kuncoro menyatakan, PGN mendukung upaya konversi BBM ke BBG untuk transportasi umum seperti taksi dan angkot.
"Kami siap menjadi pendukung utama pemerintah dalam hal ini," katanya. Selain mengoperasikan sendiri SPBG, PGN juga menyuplai BBG untuk SPBG lain di Surabaya.
(rrd/hen)











































