Anak Usaha PTPN X Jual Bensin dari Limbah Tebu ke Total

Anak Usaha PTPN X Jual Bensin dari Limbah Tebu ke Total

Rista Rama Dhany - detikFinance
Senin, 31 Agu 2015 16:25 WIB
Anak Usaha PTPN X Jual Bensin dari Limbah Tebu ke Total
Jakarta - Anak Usaha PT Perkebunan Nusantara (PTPN) X yakni PT Energi Agro Nusantara (Enero) menandatangani kontrak jual-beli produk bioethanol sebanyak 135.000 liter dengan PT Total Oil Indonesia.

Penjualan ini melengkapi sejumlah pihak yang membeli bioethanol dari Enero, seperti PT Pertamina dan sejumlah perusahaan dari Filipina serta Singapura.

"Penjualan ini membuktikan produk bioetanol kami secara bertahap terus mendapat kepercayaan pasar untuk memenuhi kebutuhan energi dalam negeri," ujar Direktur Utama Enero, Misbahul Huda, dalam keterangan tertulisnya, Senin (31/8/2015).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Perusahaanya memproduksi bioethanol dengan mengolah limbah cair tebu (tetes/molasses) dari pabrik gula PTPN X.

Pabrik milik Enero menghasilkan bioetanol fuel grade kualitas tinggi dengan tingkat kemurnian minimal 99,5% yang sangat ramah lingkungan. Pabrik bioetanol Enero didirikan terintegrasi dengan Pabrik Gula Gempolkrep di Mojokerto, Jawa Timur.

Misbahul mengatakan, pasar bioetanol dalam negeri masih sangat besar seiring dengan adanya kewajiban bagi penyedia bahan bakar minyak (BBM) untuk melakukan pencampuran (blending) dengan bahan bakar nabati (BBN) seperti bioetanol.

Berdasarkan Peraturan Menteri ESDM 25 Tahun 2013 tentang Penyediaan, Pemanfaatan dan Tata Niaga Bahan Bakar Nabati sebagai Bahan Bakar Lain, telah diatur kewajiban untuk dicampur BBM dengan biofuel, yaitu biodiesel dan bioetanol.

Pemerintah menetapkan pemanfaatan BBN untuk tiga sektor, yaitu transportasi Public Service Obligation (PSO) atau BBM bersubsidi, transportasi non-PSO (BBM nonsubsidi), dan industri serta komersial. Pada 2015, target pemanfaatan bioetanol BBN untuk BBM bersubsidi sebesar 1 %, nonsubsidi 2%, serta industri dan komersial 2%.

"Jika kewajiban itu berjalan optimal, pasar bioetanol dalam negeri sangat besar. Prospek jangka panjang bisnis ini sangat cerah," kata Misbahul.

Sebelumnya, Enero telah mendapatkan kontrak pembelian bioetanol dari Filipina sebesar 4 juta liter dan dari Singapura 12 juta liter. Kontrak itu dieksekusi secara bertahap. Adapun Pertamina melakukan pembelian rutin bulanan ke Enero.

Bioetanol ke depan bisa menjadi salah satu penopang pendapatan industri gula di tengah pergerakan harga gula yang sering fluktuatif.

"Hampir semua industri gula di luar negeri seperti Thailand, India, dan Brazil, sudah menggarap bioetanol. Ke depan, kami akan terus memperluas pemasaran produk bioetanol kami. Kami juga berharap pemerintah bisa konsisten dalam menerapkan kebijakan pencampuran bahan bakar nabati ke BBM sebagai upaya meningkatkan gairah investasi di sektor energi baru terbarukan," pungkas Misbahul.

(rrd/hen)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads