Menteri ESDM Sudirman Said mengatakan, total kapasitas terpasang pembangkit listrik yang dimiliki Indoensia saat ini baru 53.535 MW. Jumlah ini masih kurang, mengingat masih banyak rakyat Indoensia yang belum menikmati listrik. Apalagi pemerintah menargetkan pertumbuhan ekonomi terus tumbuh minimal rata-rata 8,7% per tahun.
"Apabila kita ingin jaga pertumbuhan ekonomi sesuai RPJMN (Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional), maka listrik kita harus tumbuh rata-rata 8,7% per tahun," ungkap Sudirman kepada detikFinance, Selasa (1/9/2015).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Semakin tinggi tingkat konsumsi listrik rumah tangga, maka tingkat kehidupannya semakin baik. Tingginya tingkat konsumsi listrik mencerminkan jangkauan kepada sarana kesehatan, pendidikan, kemudahan hidup, produktivitas, rekreasi, dan lainnya semakin luas dan berkualitas," tambah Sudirman.
Sudirman menegaskan, pemerintah optimistis target 35.000 MW tersebut dapat rampung dalam waktu 5 tahun ke depan.
"Saat ini sudah 20% konstruksi terbangun baik pembangkit maupun transmisi, kemudian tahun ini sisa 7.400 MW, 4.000-an akan selesai, karena lebih dari 70% sisa-sisa proyek yang Fast Track Program (FTP) 1 itu tingkat penyelesaiannya sudah di atas 80%," katanya.
Sudirman mengatakan, dari target 35.000 MW tersebut, 10.000 MW tahun ini sudah dalam tahap konstruksi.
"Kemudian yang baru 35.000 MW, tahun ini insya Allah minimal 10.000 MW akan terkontrak, jadi IPP (listrik swasta) akan melakukan tanda tangan kerjasama jual beli power kepada PLN, jadi dari segi persiapan proyek rasanya kita cukup optimistis, begitu pun financing, saya belum melihat ada kendala sampai hari ini," tutupnya.
(dnl/ang)











































