Berdasarkan situs PLN yang dikutip Selasa (1/9/2015), turunnya tarif listrik golongan tariff adjustment di sebabkan oleh kurs dolar Amerika Serikat (AS), patokan harga minyak Indonesia atau Indonesia Crude Price (ICP), dan inflasi dalam dua bulan sebelum tarif listrik yang baru ditetapkan.
Dalam penetapan Tarif Tenaga Listrik (TTL) pada September 2015, nilai tukar rupiah cenderung melemah terhadap dolar AS dari Juni 2015 Rp 13.313 per dolar AS menjadi Rp 13.375 per dolar AS pada Juli 2015.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Seperti diketahui, tarif listrik bulan ini mengalami penurunan Rp 16,27-22,17 per kWh. Cek di sini daftar tarifnya.
(rrd/hen)











































