Proyek Listrik 35.000 MW Realistis Bila Jokowi Berani 'Pasang Badan'

Proyek Listrik 35.000 MW Realistis Bila Jokowi Berani 'Pasang Badan'

Feby Dwi Sutianto - detikFinance
Selasa, 01 Sep 2015 14:57 WIB
Proyek Listrik 35.000 MW Realistis Bila Jokowi Berani Pasang Badan
Jokowi saat meresmikan PLTU 2 x 1.000 Batang, Jawa Tengah
Jakarta - Banyak pihak yang masih memandang mega proyek 35.000 megawatt (MW) terlalu ambisius. Salah satu yang meragukannya dari kalangan akademisi Institut Teknologi Bandung (ITB). Selama Presiden Joko Widodo (Jokowi) tidak berani 'pasang badan', maka target 35.000 MW dalam lima tahun tidak realistis.

"Selama cara ngerjainnya seperti sekarang, nggak realistis," kata Dosen Ketenagalistrikan ITB, Pekik Argo Dahono, ditemui di acara diskusi Indonesia German Energy Dialogue, Hotel Intercontinental, Sudirman, Jakarta, Selasa (1/9/2015).

Menurutnya, salah satu hambatan paling besar diproyek 35.000 MW, adalah adanya ketakutan para pejabat negara, pegawai PT PLN (Persero), termasuk investor, dalam mengambil/mengerjakan proyek listrik di Indonesia. Tidak sedikit para pejabat/swasta dan pegawai PLN dikriminalisasi.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Pejabat takut dikriminalisasikan, tanpa ada terobosan khusus, siapa yang mau kerja. Sekarang teman-teman bilang lebih baik dimarahin bos daripada nanti dipanggil KPK (Komisi Pemberantasan Korupsi)," ujar Pekik.

Ia menegaskan, selama Presiden Jokowi tak berani melindungi para pejabat/pegawai PLN/swasta yang mengerjakan proyek 35.000 MW, target tersebut tidak akan tercapai.

"Sekarang Presiden harus berani pasang badan, nggak mau kriminalisasi. Berani nggak presiden pasang badan, tanpa hal itu mustahil bisa terealisasi. karena yang jelas, kalau di Jawa saja tak ada tambahan pembangkit yang cukup dalam 2-3 tahun, maka Jawa akan defisit listrik. Di luar Jawa sekarang saja defisit," tutupnya.

Seperti diketahui, sampai 70 tahun Indonesia merdeka, kapasitas listrik nasional mencapai 53.000 MW, saat ini Presiden Jokowi menargetkan dalam 5 tahun ke depan terbangun 35.000 MW.

(rrd/hen)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads