Pemerintah melalui Kementerian BUMN akan menambah beberapa direksi baru untuk PT PLN (Persero). Direksi BUMN listrik ini sekarang berjumlah 8 orang, termasuk Direktur Utama, nantinya menjadi total 12 Direksi.
Menteri BUMN Rini Soemarno mengatakan, penambahan direksi PLN ini merupakan bagian dari restrukturisasi PLN. Direksi baru dibutuhkan untuk menangani persoalan kelistrikan di setiap wilayah regional.
"Restrukturisasi PLN menjadi ada direktur-direktur yang bertanggung jawab untuk tiap region. Kemudian mereka ingin menambahkan empat direktur yang untuk korporasi," terangnya di Kantor Presiden, Jakarta, Selasa (1/9/2015).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Supaya makin jelas sekarang, kalau setiap daerah itu tanggung jawabnya. Jadi kalau masalahnya itu ada daerah yang kurang, mati listrik. Jadi kita tahu direktur itu yang bertanggung jawab dan dia yang harus sepenuhnya menyelesaikan persoalan itu. Kalau sekarang menjadi sedikit sulit," jelasnya.
Rini menuturkan, rencana ini masih dalam tahapan finalisasi. Begitu juga dengan pembagian regional yang akan ditempati oleh direksi baru.
"Pokoknya untuk Sumatera, untuk Jawa Timur-Bali, untuk Jawa tengah, untuk Kalimantan. Jadi ada yang memang bertanggungjawab secara area direkturnya, kemudian ada yang bertanggung jawab secara korporasi, jadi mulai direktur keuangan, SDM," tutup Rini.
Seperti diketahui, pada Desember 2014 lalu, Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) PLN memutuskan melantik direksi PLN yang baru, yakni:
- Sofyan Basir, Dirut
- Sarwono Sudarto, Direktur
- Nicke Widyawati, Direktur
- Murtaqqi Syamsuddin, Direktur
- Supangkat Iwan Santoso, Direktur
- Amin Subekti, Direktur
- Nasri Sebayang, Direktur
- Amir Rosidin, Direktur











































