Kepala Divisi Pengadaan Strategis PLN, Iwan Purnawa menuturkan, bahwa PLN membutuhkan dana sebesar Rp 512 triliun untuk pembangunan 35 pembangkit listrik beserta jaringan transmisinya. Sebanyak Rp 199 triliun diantaranya untuk pembangunan pembangkit listrik, dan Rp 313 triliun untuk pembangunan jaringan transmisi dan gardu induk.
"Kita butuh dana Rp 199 triliun untuk pembangkit, Rp 313 triliun untuk transmisi dan gardu induk. Total kebutuhan pendanaan 2015 sampai 2019 Rp 512 triliun," kata Iwan kepada detikFinance di Kantor Pusat PLN, Jakarta, Rabu (2/9/2015).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Proses pelelangan untuk 35 pembangkit tersebut dilakukan pada periode 2015-2016, setelah itu dilakukan pembangunan. Sebanyak 4 proyek pembangkit listrik, yaitu PLTGU Grati 450 MW di Jawa Timur, PLTG Gorontalo 100 MW di Gorontalo, PLTU Lontar 315 MW di Banten, dan PLTD-PLTD untuk perbatasan dan pulau terluar dengan total 68 MW telah dibangun sampai saat ini.
Total sudah ada 8 pembangkit yang pengadaannya sudah berlangsung, yakni 4 pembangkit yang telah disebutkan dan PLTA Upper Cisokan 1040 MW di Jawa Barat, PLTMG Karimunjawa di Jawa Tengah, PLTGU Lombok 150 MW di Nusa Tenggara Barat, dan PLTA Asahan III 2 x 87 MW di Sumatera Utara.
Masih ada 27 proyek lagi yang akan dilelang oleh PLN. Bulan September ini ada 3 proyek diantaranya dilelang, yaitu PLTU Kalselteng 2 x 100 MW di Kalimantan Tengah, PLTU Sulsel Baru 1 x 100 MW di Sulawesi Selatan, dan PLTGU Muara Tawar 650 MW di DKI Jakarta. "Bulan ini kita umumkan lelang PLTU Kalselteng 2 x 100 MW, PLTU Sulsel Barru 1 x 100 MW, PLTGU Muara Tawar 650 MW," tutupnya.
(rrd/rrd)











































