Untuk mempermudah perusahaan asal AS ikut dalam lelang proyek-proyek di Indonesia, pemerintah AS membuat nota kesepahaman dengan pemerintah Indonesia. Isi nota kesepahamannya adalah pembentukan US Power Working Group for Indonesia, yang memberikan akses informasi dan kesempatan seluas-luasnya bagi perusahaan-perusahaan AS.
"AS sangat mendukung Indonesia untuk proyek listrik 35.000 MW. Untuk mendukung hal tersebut, kami telah membentuk working group yang beranggotakan 52 perusahaan teratas AS dan 11 agensi," kata Duta Besar AS untuk Indonesia, Robert Blake, usai penandatanganan MoU di Kantor Pusat PLN, Jakarta, Rabu (2/9/2015).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
- 3M
- Allotrope Partners
- American Ethane
- APR Energy
- Asia Taktik
- Authentix Inc.
- Black & Veatch
- Burns & McDonnel
- Cameron
- Carboline Company
- Cask
- Caterpillar
- Change Wind Corporation
- Emerson
- First Solar
- Fluidic Energy
- Fluor
- General Electric
- Hogan Lovells
- Honeywell
- IBM
- John Crane
- Kilohana Capital
- LP Amina
- Metha Tech Inc.
- MWH
- Natel Energy
- NexSteppe
- Nooter/Eriksen
- Omstar Environmental Products DX1
- Pal-Con
- Peppermint Energy
- PFS Finance
- Power Engineers
- ProMaxx Advanced Fuels
- Proton OnSite
- PW Power Systems
- SeaSpire Advisors
- Sentry Equipment Corp
- Skychaser Energy
- Skypower Global
- Sun Edison
- Thermo Fisher Scientific Inc.
- UL
- UPC Renewables
- Milliken & Company
- Westinghouse Electric
- Winrock International
"Perusahaan-perusahaan AS merupakan yang terbaik di seluruh dunia, salah satunya GE. Banyak juga perusahaan AS yang sudah memiliki pengalaman signifikan di Indonesia," tandasnya.
(rrd/rrd)











































