Kapal Pelni dan Ferry Pakai Gas, Hemat Biaya Bahan Bakar 40%

Kapal Pelni dan Ferry Pakai Gas, Hemat Biaya Bahan Bakar 40%

Michael Agustinus - detikFinance
Kamis, 03 Sep 2015 11:56 WIB
Kapal Pelni dan Ferry Pakai Gas, Hemat Biaya Bahan Bakar 40%
Jakarta - PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk (PGN) menandatangani nota kesepakatan kerjasama penggunaan gas bumi bagi armada transportasi laut dengan PT Perusahaan Pelayaran Nasional Indonesia (Pelni) dan PT ASDP Indonesia Ferry.

Dengan adanya kerjasama ini nantinya kapal-kapal milik Pelni, ASDP maupun kapal perintis Ditjen Hubla akan mengkonversi pemakaian bahan bakar minyak (BBM) ke gas bumi yang dalam hal ini berupa gas bumi cair atau LNG (liquefied natural gas).

Penggunaan bahan bakar gas ini dapat menghemat biaya bahan bakar hingga 40% daripada menggunakan BBM. Selain itu makin memperkuat ketahanan energi Indonesia, karena akan mengurangi ketergantungan impor BBM.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Direktur Utama PT Perusahaan Gas Negara (PGN, Hendi Prio Santoso, mengungkapkan bahwa dengan konversi dari bahan bakar minyak (BBM) ke bahan bakar gas (BBG) ini Pelni dan ASDP dapat menghemat pemakaian bahan bakar sampai 40% dibanding bila menggunakan BBM.

Penggunaan gas bumi oleh Pelni dan ASDP ini, kata Hendi, menjadi bagian penting dalam upaya memperkuat ketahanan energi Indonesia.

"PGN sangat gembira bisa terus memperluas pemanfaatan gas bumi, sehingga kita dapat mengurangi ketergantungan impor BBM," kata Hendi usai penandatanganan Nota Kerjasama PGN, Pelni, dan ASDP Ferry Indonesia, di Kementerian BUMN, Jakarta, Kamis (3/9/2015).

Untuk memudahkan pengisian bahan bakar gas bagi kapal-kapal laut, PGN akan membangun bunker-bunker LNG yang lokasinya disesuaikan dengan trayek kapal-kapal Pelni, ASDP dan Ditjen Hubla Kemenhub.

"Penggunaan gas bumi oleh Pelni, ASDP, dan Ditjen Hubla tentunya menjadi bagian penting dalam upaya memperkuat ketahanan energi kita. Sebagai BUMN gas bumi, PGN sangat gembira bisa terus memperluas pemanfaatan gas bumi, sehingga kita dapat mengurangi impor BBM," tegas Hendi.

Direktur Utama Pelni, Elfien Goentoro menjelaskan, kerjasama dengan PGN akan memungkinkan Pelni memiliki lebih banyak pilihan bagi bahan bakar kapal-kapal yang dioperasikan oleh perusahaan. Sebagai BUMN, langkah ini juga menjadi bagian dari komitmen perusahaan untuk ikut mewujudkan program konversi energi yang telah dicanangkan pemerintah.

"Pelni terus berusaha melakukan terobosan untuk meningkatkan daya saing dan memberikan layanan terbaik kepada masyarakat. Penggunaan gas bumi menjadi salah satu langkah penting untuk meningkatkan kinerja perusahaan, khususnya dalam aspek efisiensi bahan bakar," ucapnya.

Untuk tahap awal, Pelni akan mengganti 40% kebutuhan BBM dengan BBG. Dengan begitu, secara kumulatif Pelni bisa menekan biaya bahan bakar sampai 20%. "Kita akan konversi mulai dari 60:40. 60% BBM dan 40% gas. Efisiensi biaya produksi mungkin bisa turun sekitar 20%," ungkapnya.

Direktur Utama ASDP, Danang S. Baskoro menyatakan, bahwa ASDP sudah memiliki rencana untuk konversi BBM ke BBG bagi kapal-kapal yang dioperasikannya. "Adanya kerjasama ini merupakan langkah awal untuk mewujudkannya. Sebagai BUMN kami selalu mendukung program pemerintah dalam konversi BBM ke BBG yang mana hal tersebut juga penting bagi kami sendiri dalam rangka meningkatkan aspek efisiensi dalam operasional kami," katanya.

Berdasarkan data, saat ini Pelni menggunakan BBM untuk operasional kapal laut miliknya sekitar 33,4 juta liter per bulan. Adapun ASDP sebesar 3,5 juta liter perbulan dan kapal perintis milik Ditjen Hubla Kemenhub sebesar 14,4 juta liter per bulan.

(rrd/rrd)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads