Ekonomi China Lesu, Stok Sawit RI Berlimpah

Ekonomi China Lesu, Stok Sawit RI Berlimpah

Muhammad Idris - detikFinance
Jumat, 04 Sep 2015 16:56 WIB
Ekonomi China Lesu, Stok Sawit RI Berlimpah
Jakarta - Melambatnya ekonomi China berdampak pada turunnya permintaan sawit atau Crude Palm Oil (CPO) dalam negeri. Karena China merupakan pasar ekspor utama sawit dari Indonesia. Hal ini berdampak pada berlimpahnya produksi dalam negeri.

"Situasinya saat ini memang sulit bagi sawit kita. Tidak bisa dipungkiri harga minyak turun telah membuat semua komoditas turun. Saya paham betul TBS (Tandan Buah Segar) turun begitu rendah," kata Direktur Utama Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) Sawit, Bayu Krisnamurthi, di acara Focus Group Discussion, di Menara Kadin, Kuningan, Jakarta Selatan, Jumat (4/9/2015).

Harga CPO saat ini sekitar US$ 400 per metrik ton, sedangkan pada Juli lalu harganya masih berada di level US$ 600-700 per mentrik ton. Faktor utama turunnya harga CPO ini, karena ekonomi China yang sedang lesu.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Faktor utama karena ekonomi China lagi lesu, pasar utama sawit kita mereka. Jadi situasi sedang sulit," ucapnya.

Padahal kata Bayu, produksi sawit dalam negeri sedang bagus-bagusnya, akibat permintaan turun, harga CPO dan sawit turun, produksi sawit berlimpah.

"Produksi sawit kita sedang bagus, 2014 iklim bagus, jadi tahun ini bagus. Kita sedang over supply, tangki-tangki kita pada penuh," katanya.

Kondisi ini juga berpengaruh pada ekspor impor Indonesia, di mana 10% pendapatan ekspor Indonesia berasal dari ekspor sawit.

"10% pendapatan ekspor kita datang dari sawit, ekspor kita US$ 19-20 miliar. Tapi sebenarnya, walau kondisi harga sedang rendah sekalipun, pendapatan lebih tinggi dibanding petani lainnya. Petani sawit pendapatannya 7 kali lebih tinggi dari petani. Jelas ini sawit pengurangan kemiskinannya nyata sekali," tutup Bayu.

(rrd/hen)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads