Vice President HR Communications General Services Total E&P Indonesie, Arividya Noviyanto menyatakan, bahwa pihaknya tak bisa menjamin para pekerja tersebut terutama tenaga ahlinya akan tetap bertahan di Blok Mahakam pasca 2017. Bisa saja mereka dipindahkan ke blok-blok milik Total lainnya.
"Kita tidak bisa menjamin (mereka bertahan) karena waktu zaman harga minyak bagus pun orang kita yang pintar diambil ke mana-mana. Tapi secara prinsip tenaga ahli yang ada di Total komptensinya terus ditingkatkan," kata Noviyanto, saat Media Gathering di Hotel Aston, Bogor, Jumat (4/9/2015).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Noviyanto mengaku, bahwa Total berupaya agar sebagian besar karyawan nantinya tetap bekerja di Blok Mahakam meski sudah berganti 'tuan'. Namun, tak ada jaminan mereka mau bekerja di bawah Pertamina.
"Sebagian besar kita usahakan masuk ke Blok Mahakam lagi. Tapi kan manusia bebas, misalnya nggak mau lagi ya sudah," tutupnya.
(rrd/hen)











































